Trump Akui Juan Guaido Jadi Presiden Sementara Venezuela

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 02:20 WIB
Trump Akui Juan Guaido Jadi Presiden Sementara Venezuela Presiden AS Donald Trump tak akui Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Menurut Trump, Majelis Nasional pimpinan Guiado adalah satu-satunya lembaga pemerintah yang sah pilihan rakyat Venezuela.

Dukungan Trump untuk Guaido diserukan tak lama setelah Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara sah Venezuela selama demonstrasi massa melawan Maduro.


"Rakyat Venezuela telah berani menentang Maduro dan rezimnya dan menuntut kebebasan dan supremasi hukum," kata Trump seperti dilaporkan AFP, Kamis (24/1).


Trump mendukung pernyataan Majelis Nasional yang menyatakan Maduro tak lagi sah, dan karena itu kantor kepresidenan Venezuela saat ini kosong.

Trump Akui Juan Guaido Jadi Presiden Sementara VenezuelaNicolas Maduro tak lagi diakui Trump sebagai Presiden Venezuela. (REUTERS/Eduardo Munoz)

Lebih dari itu, Trump mendesak negara-negara lain untuk mengikuti jejaknya dan berjanji akan menggunakan seluruh kekuatan ekonomi dan diplomatik Amerika Serikat untuk mendesak pemulihan demokrasi Venezuela.

"Kami terus menganggap rezim Maduro tidak sah dan bertanggungjawab atas segala ancaman yang mungkin ditimbulkan untuk keselamatan rakyat Venezuela," kata Trump.


Guiado Deklarasi Presiden Sementara Venezuela

Ketua Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai "presiden sementara" di tengah demonstrasi massa yang menentang Presiden Nicolas Maduro.

Beberapa saat sebelumnya, Mahkamah Agung Venezuela yang didominasi loyalis Maduro memerintahkan penyelidikan pidana terhadap legislatif yang dikendalikan oposisi.

"Saya bersumpah untuk secara resmi menganggap kekuatan eksekutif nasional sebagai penjabat presiden Venezuela untuk mengakhiri perebutan kekuasaan, (memasang) pemerintahan transisi dan mengadakan pemilihan bebas," kata Guaido.

(dal/DAL)