Trump membuka kemungkinan ini melalui pernyataannya dalam sesi wawancara pada program 'Face the Nation' di stasiun televisi CBS yang dipandu oleh Margaret Brennan akhir pekan lalu.
Dalam sesi tersebut, Brennan membahas kabar bahwa sejumlah kepala intelijen AS tahu ada kemungkinan kebangkitan ISIS ketika pertahanan di Suriah sudah longgar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS pun mengirim pasukan mereka dari Suriah ke Irak, di mana koalisi masih berupaya menumpas ISIS.
"Mereka mulai (dikirim ke Irak) selagi kami berupaya menumpas sisa kekhalifahan di daerah itu, mereka akan dipindahkan ke markas kami di Irak, dan beberapa di antara mereka akan dipulangkan," ucap Trump sebagaimana dilansir CNN.
Kala itu, Trump menganggap ISIS dapat bangkit kembali di tengah ketiadaan pasukan AS di daerah kekhalifahan mereka. (has)