Granat PD 1 Ditemukan di Kentang Ekspor Prancis ke Hong Kong

CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 05:43 WIB
Granat PD 1 Ditemukan di Kentang Ekspor Prancis ke Hong Kong Ilustrasi. (Wounds_and_Cracks/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah granat bekas Perang Dunia I buatan Jerman ditemukan di antara tumpukan kentang Prancis yang diekspor untuk salah satu pabrik keripik di Hong Kong.

"Sampai saat ini, diyakini granat itu datang bersamaan dengan kiriman kentang yang diimpor dari Prancis," kata Kepala Inspektur Kepolisian Hong Kong, Wilfred Wong Ho-hon.

Wilfred mengatakan bahwa saat ditemukan di pabrik makanan ringan Calbe, granat itu dalam keadaan tidak stabil karena sudah diaktifkan, tapi gagal meledak. Granat itu akhirnya diledakkan dengan aman oleh petugas.
Granat yang memiliki lebar 8 cm dan berat 1 kg itu diyakini telah ditinggalkan di parit selama PD I dan secara tidak sengaja berada di lokasi penanaman kentang yang satu abad sebelumnya merupakan medan perang.


Sejarawan militer Universitas Hong Kong, Dave Macri, mengatakan, "Jika tertutup lumpur, kemungkinan granat itu telah ditinggalkan, terjatuh di sana selama masa perang, atau ditinggalkan di sana setelah dilempar oleh tentara."

"Parit itu kemudian terisi dan digunakan sebagai ladang perkebunan, kemudian granat itu dilemparkan ke dalam tumpukan kentang yang dipanen dan dikirim ke Hong Kong."

Polisi Hong Kong terbiasa berurusan dengan amunisi tua, meskipun kebanyakan bom AS dijatuhkan di wilayah tersebut ketika Jepang menginvasi Hong Kong pada Perang Dunia II.
Tahun lalu, aparat menjinakkan tiga bom besar bekas PD II, dua di antaranya ditemukan di sebuah lokasi di distrik Wanchai, di mana sedang ada pekerjaan pembangunan stasiun kereta api metro baru.

Bom atau granat masa perang yang tidak meledak sering ditemukan oleh pejalan kaki atau pekerja konstruksi Hong Kong, yang merupakan tempat pertempuran sengit antara pasukan sekutu Jepang dan Inggris pada 1941.

Koloni Inggris saat itu dibom oleh pasukan AS dan sekutu setelah kota itu jatuh ke tangan pasukan kekaisaran Jepang. (syf/has)