Idap Penyakit Misterius di Kuba, Diplomat Tuntut Kanada

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 15:38 WIB
Idap Penyakit Misterius di Kuba, Diplomat Tuntut Kanada Ilustrasi. (Pixabay/Succo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para diplomat Kanada yang mengalami gejala penyakit misterius saat ditempatkan di Kuba pada 2017 menuntut pemerintah mereka karena dianggap lamban mengevakuasi dan menyediakan layanan perawatan.

CBC melaporkan bahwa keempat belas diplomat Kanada itu menuntut 28 juta dolar Kanada atau setara Rp295,6 miliar untuk mengganti kerugian yang mereka derita akibat kelalaian pemerintah federal.
Mereka semua telah kembali ke Kanada selama setahun, tetapi masih menderita penyakit yang kemudian dikenal sebagai sindrom Havana tersebut.

Penyakit misterius tersebut memiliki gejala migrain yang kuat disertai dengan gangguan penglihatan dan pendengaran.


Berdasarkan keterangan korban, gejala pertama muncul pada musim semi 2017, tapi Ottawa menunggu lebih dari setahun untuk memberikan bantuan bagi mereka.
Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, enggan berkomentar banyak dan hanya mengatakan keselamatan diplomat tetap menjadi prioritas utama.

"Saya tidak akan mengomentari secara spesifik, tetapi saya ingin menegaskan bahwa saya telah bertemu dengan beberapa diplomat ini dan, seperti yang saya katakan kepada mereka, kesehatan dan keselamatan mereka merupakan prioritas kami dan saya turut prihatin dan bersimpati atas permasalahan ini," katanya.

Kanada mengumumkan pengurangan staf di kedutaan mereka di Kuba hingga sekitar setengahnya sebagai tindak lanjut dari gejala yang tidak dapat dijelaskan itu. Hanya delapan pejabat yang akhirnya bertugas di kedutaan. (syf/has)