Polisi Kanada Tangkap Anak di Bawah Umur Terkait Terorisme

REUTERS, CNN Indonesia | Sabtu, 26/01/2019 10:15 WIB
Polisi Kanada Tangkap Anak di Bawah Umur Terkait Terorisme Ilustrasi. (Thinkstock/flas100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi Kanada mengatakan pada hari Jumat (25/1) bahwa mereka telah menangkap seorang anak di bawah umur atas pelanggaran terkait teror setelah penangkapan di Kingston, Ontario, sehari sebelumnya.

Penangkapan pada Kamis dilakukan terhadap dua orang yang diduga bakal melakukan teror.

Orang pertama, yang masih dibawah umur dan tak bisa disebutkan namanya di bawah hukum Kanada, ditangkap karena diduga dengan sengaja memfasilitasi terorisme dan menasihati orang lain untuk meletakkan bom "atau alat mematikan lainnya" di depan umum, kata Royal Canadian Mounted Police (RCMP) dalam sebuah pernyataan. Rencana tersebut tidak pernah terjadi, kata polisi. 


Orang kedua diidentifikasi oleh kakak perempuannya, yang sempat berbicara dengan Reuters, sebagai Hussam Eddin Alzahabi yang berusia 20 tahun. Ia telah dibebaskan pada Jumat.

Penyelidikan berasal dari saran Biro Investigasi Federal pada bulan Desember dan melibatkan beberapa lembaga, kata petugas RCMP selama konferensi pers.

"Itu adalah rencana serangan yang substansial dan kredibel, namun tidak ada indikasi di mana serangan itu akan terjadi" dan tidak pernah ada bahaya yang terjadi kepada publik, kata perwira RCMP Peter Lambertucci kepada wartawan.

Dia mengatakan petugas yang melakukan penangkapan Kamis malam meledakkan "sebuah bahan ... yang diyakini sebagai bahan peledak."

"Kami yakin bahwa tidak ada risiko bagi keselamatan publik dan tidak ada elemen peledak yang tersisa," kata Lambertucci.

Polisi menyerbu masuk ke rumah sebuah keluarga pada Kamis dan menodongkan senjata ke kepala orang tuanya, kata Rose Alzahabi yang berusia 21 tahun kepada Reuters.

"Mereka masuk ke rumah dengan cara yang sangat kejam," katanya, menambahkan bahwa mereka tidak mengizinkan ibunya mengenakan jilbab.

Dia mengatakan seorang pria yang tidak dikenal keluarganya baru-baru ini bertemu saudara laki-lakinya dan temannya, mendekati mereka di dekat sekolah menengah mereka dan mengundang mereka untuk melakukan pemrograman komputer untuknya.

Pria itu mulai datang ke rumah keluarganya dan mengajukan pertanyaan yang "tidak masuk akal" seperti berapa banyak kamar yang mereka miliki dan apakah dia bisa melihatnya, katanya.

Dalam sebuah wawancara dengan CBC setelah penangkapan, ayah Alzahabi Amin Alzahabi menyatakan putranya tak bersalah.

Keluarga yang berasal Suriah ini datang ke Kanada sebagai pengungsi yang disponsori secara pribadi, kata seorang pendeta di salah satu gereja yang mensponsori mereka.

Bronek Korczynski, seorang anggota gereja yang mensponsori keluarga Alzahabi, mengatakan ia khawatir tentang cara penangkapan yang akan membentuk persepsi Muslim dan pengungsi di Kanada.

Menteri Keamanan Publik Ralph Goodale mengatakan tingkat ancaman resmi negara itu tetap di level "sedang" dan tak akan berubah sejak tahun 2014.

Goodale mengatakan kepada wartawan Jumat sore bahwa terlalu dini untuk menduga bahwa komplotan itu terhubung dengan kelompok lain di dunia dan memperingatkan agar tidak membuat asumsi.

"Daripada melompat ke kesimpulan, biarkan polisi melakukan pekerjaan mereka, mari kita dapatkan fakta di atas meja," katanya dalam konferensi pers di Edmonton, Alberta.

Kingston adalah sebuah kota kecil di timur Toronto, rumah bagi sebuah universitas besar dan beberapa penjara.

Rose Alzahabi senang kakaknya dibebaskan, tetapi dia tidak terkejut.

"Aku benar-benar tertawa sepanjang waktu karena aku tahu kakakku tidak melakukan apa-apa: dia bahkan ketakutan jika melihat seseorang bermain dengan pisau," katanya.

"Dia memiliki wajah bayi; dia tidak akan pernah menyakiti siapa pun."

(ard)