Permohonan Dikabulkan, Sidang Perdana Najib Razak Ditunda

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 17:32 WIB
Permohonan Dikabulkan, Sidang Perdana Najib Razak Ditunda Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. (REUTERS/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sidang perdana mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, terkait skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) dilaporkan ditunda. Pengadilan mengabulkan permohonannya yang diajukan melalui kuasa hukum.

"Sidangnya ditunda sampai waktu yang belum ditentukan," kata kuasa hukum Najib, Harvinderjit Singh, seperti dilansir Reuters, Senin (11/2).

Padahal, seharusnya sidang perdana Najib dijadwalkan bakal digelar pada Selasa (12/1) besok. Sidang skandal korupsi 1MDB menjadi salah satu dari sekian proses peradilan yang bakal dijalani Najib. Sebab, dia terjerat beberapa dugaan korupsi dan pencucian uang.



Penundaan ini kemungkinan besar membuat kalangan oposisi dan pendukungnya kecewa. Sebab, proses pengadilan ini adalah momen yang ditunggu banyak warga Malaysia.

Apalagi sejak Najib lengser, pemerintahan PM Mahathir Mohamad disorot karena dianggap lamban dalam menyidangkan kasus itu. Padahal, persidangan ini juga bisa menjadi langkah untuk menjegal manuver politik Najib. Sebab dalam beberapa waktu belakangan, Najib kerap muncul di layar kaca dan Internet melontarkan kritik terhadap pemerintahan Mahathir.

Najib bahkan mengemas sebuah kritik menyasar kalangan milenial, melalui video klip bersama sejumlah muda-mudi yang diunggah di Youtube. Dia juga menggunakan media sosial dan melakukan kampanye pencitraan dengan seolah-olah memposisikan diri sebagai idola masyarakat.


Menurut hasil sementara penyelidikan, Najib beserta keluarga dan orang-orang dekatnya diduga terlibat dalam melakukan korupsi dana kesejahteraan 1MDB sebesar jutaan dolar. Padahal dana itu dihimpun dari masyarakat dan seharusnya dipergunakan untuk pembangunan.

Dari hasil penyelidikan yang melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum di beberapa negara, aliran dana korupsi 1MDB mengalir ke banyak pihak dengan cara transfer yang berbelit-belit untuk mengaburkan penerima dan asal-usulnya. Duit itu dipakai untuk membeli barang-barang dan properti mewah.

Karena skandal ini, Najib beserta Partai Organisasi Melayu Bersatu (UMNO) dan koalisi Barisan Nasional kalah dalam pemilihan umum, dari kelompok oposisi Pakatan Harapan. Setelah lengser dari tampuk kekuasaan, Najib berkali-kali ditahan dan diinterogasi, dan kemudian disangka terlibat 42 perkara korupsi yang terkait 1MDB. Namun, dia selalu membantahnya.


Dalam sidang perdana nanti, Najib akan didakwa dengan tujuh kasus korupsi terkait SRC International, salah satu bagian dari lembaga 1MDB. Dia disebut memperkaya diri sebesar US$10,3 juta. (ayp/ayp)