Rakyat Venezuela Tuntut Kebebasan di Konser Kemanusiaan

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 23/02/2019 03:30 WIB
Rakyat Venezuela Tuntut Kebebasan di Konser Kemanusiaan Warga Venezuela saat turun ke jalan untuk menolak pemerintahan Nicolas Maduro beberapa waktu lalu. (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan orang disebut berduyun-duyun menghadiri konser kemanusiaan Venezuela yang diadakan di perbatasan Venezuela-Kolombia pada Jumat (22/2).

Mereka meneriakkan slogan kebebasan, menyerukan bahwa pemerintah resmi akan segera jatuh ketika menunggu konser dimulai sembari mengibarkan bendera Venezuela.

"Kita harus memecahkan kebuntuan, mengakhiri krisis kemanusiaan," kata Richard Branson selaku pengorganisir konser sebelum acara tersebut dimulai.


Branson berharap dirinya dapat mengumpulkan $100 juta dalam waktu 60 hari ke depan melalui sumbangan internet. Saat ini, bantuan yang sudah terkumpul masih tertahan di Kolombia, Brasil dan pulau Karibia Curacao lantaran blokade yang dilakukan Presiden Nicolas Maduro.


Kontras dengan kemeriahan konser, ratusan meter di sisi perbatasan Venezuela di Urena, konser saingan yang diadakan Maduro terlihat sepi. Panggung telah dibangun, militer berjaga ketat.

Di awal pekan, Maduro mengumumkan dirinya menyelenggarakan konser 'Hands Off Venezuela' selama tiga hari ke depan. Sejauh ini, masih sangat sedikit detail konser yang telah diumumkan.

Maduro pun memperingatkan para pesohor yang ambil bagian dalam konser kemanusiaan karena dianggapnya melakukan kejahatan.

"Semua artis yang bernyanyi di Kolombia harus tahu bahwa mereka melakukan kejahatan, mereka mendukung intervensi militer," katanya, Kamis (21/2).


Presiden Kolombia Ivan Duque, Presiden Chili Sebastian Pinera dan Presiden Paraguay Mario Abdo disebut akan hadir memberi dukungan di akhir konser.

Melansir AFP, bantuan kemanusiaan menjadi fokus perebutan kekuasaan antara Presiden Nicolas Maduro dan pemimpin oposisi Juan Guaido, yang telah diakui sebagai pemimpin sementara oleh lebih dari 50 negara.

Konser kemanusiaan ini bertujuan agar blokade bantuan internasional untuk rakyat Venezuela dihentikan. Sebelumnya, dua orang dinyatakan terbunuh dan 15 lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan tentara Venezuela yang ditugaskan menutup titik masuk bantuan di perbatasan Brasil. (rea)