Warga Menolak, Abe Ngotot Pangkalan AS Tetap di Okinawa

CNN Indonesia | Senin, 25/02/2019 11:11 WIB
Warga Menolak, Abe Ngotot Pangkalan AS Tetap di Okinawa Pangkalan militer AS Futenma di Pulau Okinawa, Jepang. (Sonata via Wikimedia/CC-BY-SA-3.0)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Jepang menyatakan lokasi pemindahan pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa tetap berada di pulau itu. Padahal, sebagian besar warga setempat menolak rencana tersebut.

"Ini sudah berjalan 20 tahun sejak Jepang dan AS sepakat memindahkan pangkalan Futenma. Kami tidak bisa menunda ini lebih lama lagi," ucap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyo pada Minggu (24/2).
Pernyataan itu diutarakan Abe setelah warga Okinawa menolak rencana relokasi pangkalan tersebut melalui sebuah referendum yang tidak mengikat pada akhir pekan lalu.

Sebanyak 72 persen pemilih menentang relokasi itu, sementara 19 lainnya mendukung rencana tersebut. Sebagian besar pemilih ingin pangkalan militer AS dipindahkan keluar Okinawa, bukan ke tempat lain di pulau yang sama.


Pemerintahan Abe tidak pernah menggubris permintaan warga pulau tersebut. Abe mengatakan dia menerima hasil pemungutan suara "dengan tulus" dan akan meminta "pengertian" dari penduduk Okinawa tentang keputusannya yang tak sejalan dengan hasil referendum.

"Kami telah menghabiskan waktu bertahun-tahun melakukan dialog dengan warga di prefektur (Okinawa). Kami akan melanjutkan dialog kami sehingga kami dapat pemahaman mereka," papar Abe seperti dilansir AFP.
"Mengurangi beban Okinawa adalah salah satu tanggung jawab besar bagi pemerintah pusat. Kami akan melanjutkan upaya terbaik kami mengurangi beban terkait penempatan pangkalan militer tersebut."

Meski hanya menyumbang satu persen dari luas daratan Jepang, sebagian besar warga pulau tersebut kurang berkenan menampung sedikitnya 20 ribu personel dari total 47 pasukan AS di Jepang.

Kehadiran militer AS di pulau tersebut dinilai membuat frustasi warga setempat, mulai dari kebisingan aktivitas, kecelakaan militer di pangkalan, hingga kejahatan yang dilakukan sejumlah prajurit terhadap penduduk setempat.
Demi meredakan ketegangan, pada 1996 lalu AS dan Jepang sepakat memindahkan pangkalan Futenma dari lokasi saat ini ke pesisir pantai pulau tersebut yang lebih terpencil dan sebagian besar merupakan tanah reklamasi. (rds/ayp)