Kota Hanoi Macet Total Jelang KTT Trump dan Kim Jong-un

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 10:50 WIB
Kota Hanoi Macet Total Jelang KTT Trump dan Kim Jong-un Ilustrasi Kota Hanoi, Vietnam. (Manan VATSYAYANA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertemuan tinggi antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, selama dua hari berdampak terhadap arus lalu lintas di Hanoi. Ibu Kota Vietnam itu macet total akibat sejumlah jalan ditutup.

Setiap sudut pusat Kota Hanoi dikabarkan mengalami kemacetan sejak Selasa (26/2), menyusul banyaknya jalanan utama yang diblokir untuk mempersiapkan kedatangan Trump dan Kim Jong-un.

Akibat penutupan jalan, banyak pengendara sepeda motor yang naik ke trotoar jalan untuk memotong kemacetan. Meski pertemuan Trump dan Kim Jong-un hanya berlangsung dua hari mulai hari ini, Rabu (27/2). Namun, otoritas Vietnam menerapkan rekayasa lalu lintas di Kota Hanoi sampai akhir pekan ini.


Sejumlah warga bahkan mengaku harus berpergian lebih awal lagi agar tidak terjebak kemacetan ibu kota yang semakin parah ini.
"Saya naik sepeda motor ke kantor dan lalu lintas selalu padat. Hari ini saya pergi sedikit lebih awal untuk bekerja," ucap Tam Mai (30), seorang pegawai hotel di Kota Hanoi kepada The Straits Times.

Meski merasa cukup pusing dengan kemacetan yang semakin parah, Tam mengaku penampilan kota tersebut semakin tertata selama dua pekan terakhir menjelang KTT AS-Korut.

"Kota ini telah melalui perubahan yang cukup signifikan selama dua minggu terakhir. Jalanan lebih bersih, mereka menanam bunga, dan melarang truk-truk besar datang ke kota. Semuanya persiapan yang baik untuk KTT," papar Tam.

Tak hanya jalanan, sejumlah resto dan kafe-kafe di pinggir jalan diminta untuk merapikan kursi-kursi dan meja mereka dari seluruh trotoar jalan. Sebagian toko bahkan diperintahkan untuk tutup sementara selama KTT berlangsung.

Sebagai bentuk pengamanan, aparat Vietnam juga mengerahkan sejumlah tank-tank di jalanan Hanoi dan hal tak biasa itu malah menjadi daya tarik warga lokal hingga turis asing di sana. Tak sedikit warga dan turis yang berfoto di belakang tank-tank dan kendaraan lapis baja lainnya.

Kota Hanoi Macet Total Jelang KTT Trump dan Kim Jong-unIlustrasi Kota Hanoi, Vietnam. (REUTERS/Kham)

KTT AS-Korut juga tak dipungkiri semakin menambah daya tarik turis lokal bahkan mancanegara untuk datang ke negara di Asia Tenggara ini, terutama ke Kota Hanoi.

Hotel-hotel di Hanoi sudah penuh selama dua pekan terakhir. Sebab, tak hanya turis, wartawan dari hampir seluruh pelosok dunia datang ke sana untuk meliput pertemuan kedua antara Trump dan Kim Jong-un.

Bookie Dinh Xuan Cuong (50) dan temannya yang merupakan pebisnis, Hoang Xuan Thuy (53) rela mengemudi lebih dari 10 kilometer dari Haiphong ke Hanoi hanya untuk menyaksikan kedatangan Trump dan Kim Jong-un.

Sambil memegang bendera AS, Hoang, yang mengenakan kaos bergambar Trump dan Kim Jong-un, berseliweran di sekitar deretan tank-tank yang berjaga di depan Hotel Melia, penginapan Kim Jong-un selama berada di Hanoi.
"Saya berharap Presiden Trump dan Presiden Kim akan bertemu dalam damai dan bisa mengurangi senjata nuklir mereka dan menjaga perdamaian di Korut dan Korea Selatan, sehingga orang-orang bisa hidup dalam damai," kata Dinh.

Polisi bersenjata menjaga setiap sudut Hotel Melia sejak Senin sore. Pasukan keamanan juga melakukan hal yang sama di sekitar Hotel JW Marriot Hanoi, tempat Trump menginap.

Kedua hotel itu hanya berjarak 10 kilometer. Di sebrang Hotel JW Marriot terpampang spanduk yang menggambarkan Trump dan Kim Jong-un tersenyum sambil menunjuk salah satu restoran Dewo yang baru dibuka selama tiga bulan terakhir.

Manajer restoran, Nguyen Van Quang, mengatakan spanduk itu dipasang untuk "mengirim pesan perdamaian."

Sebagian warga Vietnam disebut bangga karena bisa menjadi tuan rumah pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong-un.
"Ini menunjukkan bahwa kami hangat dan ramah, negara kami aman dan dapat dipercaya untuk menyelenggarakan acara ini," ucap seorang pemandu wisata, Tran Xuan The.

"Kami berharap acara ini akan membantu meningkatkan status dan citra Vietnam di dunia, meningkatkan perekonomian sekaligus membantu mempromosikan tempat-tempat wisata kami," ujar Tran. (rds/ayp)