Penembakan di Sekolah Brasil, Siswa Berlarian Panjat Tembok

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 06:45 WIB
Penembakan di Sekolah Brasil, Siswa Berlarian Panjat Tembok Kepanikan melingkupi satu sekolah di Brasil ketika dua orang melepaskan tembakan, menewaskan delapan orang. Para siswa kabur dengan memanjat tembok sekolah. (Reuters/Amanda Perobelli)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepanikan melingkupi satu sekolah di Brasil pada Rabu (13/3), ketika dua orang berpistol melepaskan tembakan membabi buta hingga menewaskan delapan orang. Para siswa pun berlarian, berupaya menyelamatkan diri dengan memanjat tembok sekolah.

Peristiwa ini pertama kali menjadi perhatian ketika warga yang tinggal di dekat sekolah tersebut mendengar kegaduhan dari arah Sekolah Raul Brasil sekitar pukul 9.30 waktu setempat.

"Saya mendengar banyak teriakan. Saya membuka gerbang rumah saya dan saya melihat para siswa melompati tembok sekolah," ujar seorang warga, Marilene Goncalves kepada Reuters.


Ia kemudian mempersilakan beberapa siswa masuk ke rumahnya. Salah satu anak bersimbah darah akibat luka tembak di rahangnya.
Sadar anak itu tak dapat berbicara, Goncalves akhirnya menyerahkan telepon genggamnya agar dapat berkomunikasi.

"Saya taruh ponsel saya di tangannya dan dia mulai mengetik, dengan tangan kotornya yang gemetar, bahwa dia ingin saya menelepon ibunya," tutur Goncalves.

Setelah kepanikan berlalu, Goncalves pun mencari tahu kejadian di sekolah tersebut. Di depan sekolah, Komandan Kepolisian Sao Paulo, Marcelo Salles, mengatakan bahwa penembakan bermula ketika dua orang bertopeng memaksa masuk.
Delapan menit setelah kejadian, polisi tiba di lokasi. Namun, kedua pelaku penembakan sudah tewas bunuh diri.

Kepolisian mengidentifikasi kedua pria itu bernama Luiz Henrique de Castro dan Taucci Monteiro. Stasiun televisi lokal, Globo TV, melaporkan bahwa Monteiro menembak Castro sebelum bunuh diri.

Sejumlah foto yang dilansir kepolisian memperlihatkan Monteiro bersimbah darah dengan baju hitam dan pisau di celananya. Jasad Castro tergeletak di dekat Monteiro.
Video amatir yang disiarkan Globo TV merekam momen ketika para siswa berteriak, berlarian, dan memohon agar para pelaku tak menembak mereka.

Kamera pengawas di rumah sekitar juga merekam ketika anak-anak memanjat dan melompati tembok gedung Sekolah Raul Brasil, kemudian berlari dan berteriak minta tolong.

Tingkat kriminal di Brasil memang tinggi, tapi penembakan di sekolah seperti ini sangat jarang terjadi.
Salles mengaku peristiwa ini adalah kejahatan paling brutal selama ia bekerja di kepolisian sejak tiga dekade silam.

Gubernur Sao Paulo, Joao Doria, pun mengatakan bahwa peristiwa ini jelas menjadi pukulan tersendiri baginya.

"Saya terkejut melihat lokasi kejadian di dalam sekolah itu. Ini adalah hal paling menyedihkan yang pernah saya lihat sepanjang hidup saya," katanya. (has/has)