Imigrasi Malaysia Tangkap 5 WNI Diduga Prostitusi Gay Daring

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 20:12 WIB
Imigrasi Malaysia Tangkap 5 WNI Diduga Prostitusi Gay Daring Ilustrasi borgol. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat Imigrasi Penang, Malaysia, menangkap lima lelaki asal Indonesia. Mereka diduga melakukan praktik prostitusi sesama jenis secara daring.

Seperti dilansir Bernama, Selasa (9/4), penangkapan itu terjadi setelah penggerebekan di sebuah hotel di Jalan Penang. Menurut Kepala Bagian Penindakan Imigrasi Penang, Kholijah Mohamad, saat itu mereka sedang menggelar razia berjuluk 'Operasi Tegar'.
Dia mengatakan sebelum menggelar penggerebekan, mereka sudah mengintai dan mengumpulkan informasi selama dua pekan.

Saat penggerebekan berlangsung pada pukul 10.00 waktu setempat, aparat imigrasi menemukan seorang lelaki Indonesia sedang berduaan dengan seorang klien di kamar hotel.


Setelah itu, mereka mengembangkan jaringan dan menangkap empat pria Indonesia lain, yang diduga menjalankan praktik prostitusi gay.
Menurut Mohamad, kelima tersangka itu berusia antara 20-an hingga 30-an. Mereka masuk ke negara itu dengan alasan berlibur.

"Mereka masuk ke negara ini secara sah dan tinggal selama sepekan atau dua pekan, tergantung keinginan pengguna jasa mereka. Kemudian mereka kembali ke Indonesia dan kembali lagi untuk melayani klien lain," kata Mohamad.

Menurut Mohamad, dari catatan paspor, kelima lelaki Indonesia itu masuk pergi ke Malaysia secara berkala. Dari hasil interogasi, para gigolo itu mematok tarif antara Rp500 ribu sampai Rp800 ribu per jam.
Mereka mendapatkan klien melalui aplikasi daring dan situs khusus. Dari para tersangka aparat menyita uang sebanyak Rp12 juta, kondom, pelumas, dan alat bantu seks.

Mereka saat ini dijerat dengan undang-undang Imigrasi 1959/1963, dengan delik memasuki negara untuk berbuat cabul. (ayp/ayp)