Bentrok Abu Sayyaf-Militer Filipina, Sandera Malaysia Terluka

CNN Indonesia | Jumat, 05/04/2019 17:07 WIB
Bentrok Abu Sayyaf-Militer Filipina, Sandera Malaysia Terluka Ilustrasi operasi pemberantasan Abu Sayyaf. (Reuters/Nickee Butlangan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu sandera asal Malaysia, Jari Abdullah, terluka dalam baku tembak antara militer Filipina dan kelompok militan Abu Sayyaf pada Kamis (4/4).

"Korban yang diculik mencoba melarikan diri dari kelompok yang menangkapnya dalam baku tembak tersebut, tapi tertembak oleh Abu Sayyaf," ujar juru bicara Komando Mindanao Barat, Gerry Besana.
Sebagaimana dilansir The Straits Times, Jari terkena tembakan di kepala dan dadanya. Ia kemudian dilarikan ke Kota Zamboanga untuk menjalani perawatan.

Helikopter militer Filipina tiba di lokasi baku tembak sekitar pada Kamis sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Ia kemudian diterbangkan ke Rumah Sakit Kuta Heneral Teodulfo Bautista di Jolo sebelum dibawa ke Zamboanga.


Jari disekap bersama dua orang warga negara Indonesia, Hari Ardiansya dan Hariadin, saat sedang menangkap ikan di perairan Sabah, Malaysia, pada 5 Desember lalu.
Selama ini, Abu Sayyaf dikenal tak segan membunuh sanderanya jika tebusan yang mereka tuntut tak dipenuhi sesuai tenggat waktu.

Sebelumnya, dua WNI yang disandera tersebut menarik perhatian publik karena terlihat minta tolong melalui sebuah video viral.

"Saya adalah warga negara Indonesia. Pekerjaan saya nelayan di Sabah, Sandakan. Saya kena tangkap oleh Abu Sayyaf di Laut Sandakan. Saya minta perhatian pemerintah Republik Indonesia, terutama Presiden dan Bapak Dadang yang mengurus," ujar seorang sandera dalam video.
Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa orang yang ada di dalam video tersebut adalah WNI. Mereka pun menegaskan bahwa pemerintah sedang berupaya membebaskan para WNI tersebut.

Berdasarkan data Kemlu, secara keseluruhan, sebanyak 36 WNI disandera di Filipina Selatan sejak 2016, 34 di antaranya sudah bebas, sementara 2 lainnya masih dalam upaya pembebasan. (has/has)