Gereja Notre-Dame Terbakar, Presiden Emmanuel Macron Menangis

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 13:57 WIB
Gereja Notre-Dame Terbakar, Presiden Emmanuel Macron Menangis Ilustrasi kebakaran di Gereja Notre-Dame, Paris, Prancis. (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berjanji akan membangun kembali Gereja Notre-Dame di Paris yang rusak berat akibat kebakaran. Dia sempat berlinang air mata saat melihat dari dekat peristiwa itu.

Api melalap sebagian atap katedral yang menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO itu, Senin (15/4) malam.

"Kami akan membangun kembali Notre-Dame bersama-sama," ucap Macron dengan emosional saat mengunjungi lokasi kejadian di Paris.


Api mulai terlihat menyala dari atap katedral sekitar pukul 18.50 waktu lokal. Sejak itu, api terus membesar dan menyebar di puncak menara gereja yang rampung dibangun pada 1260 itu.
Macron segera bergegas ke tempat kejadian tak lama setelah mendengar kabar tersebut.

Otoritas Kota Paris mengerahkan 400 petugas dan 18 unit truk pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah. Namun, akibat api yang terus menjalar menyebabkan atap gereja berbahan kayu dan berusia 850 tahun itu runtuh.

Api berhasil dipadamkan yakni sekitar pukul 23.00 WIB waktu setempat. Sampai saat ini, penyelidik khusus belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran.

Insiden ini terjadi menjelang perayaan Paskah yang jatuh pada 21 April mendatang.
"Apa yang terjadi di Paris dan Katedral Notre-Dame malam ini adalah sebuah tragedi yang sangat buruk," kata Macron sambil berlinang air mata.

"Akibat terburuk sudah bisa diantisipasi meski penanganan belum sepenuhnya rampung dan beberapa jam ke depan akan menjadi masa yang sulit."

Presiden berusia 41 tahun itu mengucapkan terima kasih kepada para petugas pemadam kebakaran yang telah berjuang selama berjam-jam untuk menyelamatkan gereja yang selamat dari bombardir Perang Dunia II itu.

Macron bersumpah akan mengerahkan para orang-orang terbaik untuk membangun kembali gereja tersebut seperti semula.

Dia menggambarkan katedral itu sebagai "pusat kehidupan" dan gereja "semua warga Perancis."

[Gambas:Video CNN]

Macron mengatakan hari ini akan meluncurkan seruan internasional untuk membantu rekonstruksi gereja.

Miliarder Prancis, Francois-Henri Pinault, menyatakan akan menyumbangkan US$113 juta (sekitar Rp1,5 triliun) untuk merenovasi katedral itu. (rds/ayp)