Presiden Baru Ukraina Desak Tarif Gas Rumah Tangga Dipangkas

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 01:55 WIB
Presiden Baru Ukraina Desak Tarif Gas Rumah Tangga Dipangkas Presiden terpilih Ukraina Volodymyr Zelensky. (Reuters/Valentyn Ogirenko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden terpilih Ukraina Volodymyr Zelensky memulai langkah pertamanya dengan mendesak penurunan harga gas untuk kebutuhan rumah tangga. Dia meminta Dana Moneter Internasional (IMF) dan Perusahaan Energi Negara, Naftogaz, berunding mencari solusi soal harga gas itu.

"Selama empat bulan terakhir, harga gas di Eropa menurun, dan sekarang harga gas di Ukraina justru lebih tinggi dari pasar Eropa," kata Zelensky melalui akun Facebooknya, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/4).
Penurunan tarif gas adalah salah satu janji kampanye Zelensky. Namun, dalam pembahasannya dia ingin melibatkan IMF karena meminjamkan uang jutaan dolar untuk mengembangkan program pengadaan gas itu.

Hanya saja IMF menyatakan ingin tarif gas di Ukraina sesuai dengan target yang mereka tetapkan. Mereka juga belum berkomentar terkait usul Zelensky.


Apalagi Zelensky saat ini dihadapkan kepada keputusan Rusia yang hendak membatasi pasokan energi ke Ukraina mulai 1 Juni mendatang. Sedangkan pada 1 Januari 2020 Rusia tidak akan lagi menyalurkan gas melalui Ukraina, yang berpotensi membuat krisis energi dan memangkas pemasukan negara itu.
"Untuk menyelesaikan persoalan ini butuh tindakan segera dan efektif," kata Zelensky.

Zelensky yang menang telak dari petahana Petro Poroshenko saat ini belum dilantik.

Pada Maret lalu, Perdana Menteri Ukraina, Volodymyr Groysman, sudah mendesak menteri keuangan dan Naftogaz berunding dengan IMF, untuk mencegah tarif gas naik lagi.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kesepakatan sebelumnya, harga gas akan naik 15 persen pada 1 Mei mendatang. Namun, rencana kenaikan itu tidak sebesar yang ditargetkan karena lobi pemerintah. (ayp/ayp)