Pidato Pertama Naruhito: Saya Mengutamakan dan Membela Rakyat

CNN Indonesia | Rabu, 01/05/2019 10:52 WIB
Pidato Pertama Naruhito: Saya Mengutamakan dan Membela Rakyat Kaisar Naruhito. (Foto: Japan Pool/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra Mahkota Naruhito resmi menjadi kaisar baru Jepang menggantikan sang ayah, Akihito, yang memutuskan turun takhta setelah tiga dekade berkuasa, Rabu (1/5).

Naruhito resmi naik takhta hari ini setelah sang ayah menyatakan pidato terakhirnya sebagai kaisar kemarin. Mengenakan jas hitam berekor dan lencana kekaisaran, Naruhito berdiri di depan mimbar Aula Pinus alias Matsu no Mata.

Bangsawan kekaisaran lalu memberikan Naruhito tiga simbol kekaisaran Jepang yakni pedang dan permata, serta lencana kaisar. Kenaikan takhta Naruhito hari ini menandai era baru Jepang yakni era Reiwa dimulai.


Dalam pidato perdananya, Naruhito berjanji akan terus membela rakyat Jepang dan berharap perdamaian dunia tercapai.


"Saya bersumpah untuk bertindak sesuai dengan konstitusi dan selalu mengutamakan pikiran saya kepada rakyat dan membela mereka," kata Naruhito seperti dikutip AFP.

Lebih Merakyat

Kaisar berusia 59 tahun itu juga mengatakan dia akan mengikuti jejak sang ayah yang dinilai berhasil membawa monarki tertua di dunia itu lebih dekat dengan rakyat.

"Ketika saya memikirkan tentang tanggung jawab penting yang saya emban, saya dipenuhi dengan rasa hormat," tutur Naruhito dalam pidatonya.

Dia berjanji untuk selalu mengingat jalan yang telah dipijak sang ayah dan mengabdikan dirinya untuk terus melakukan 'perbaikan diri'.


Dalam prosesi ini turut hadir Perdana Menteri Shinzo Abe dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya. Mewakili rakyat Jepang, Abe menyambut penobatan Naruhito sebagai kaisar baru.

Dalam pidatonya, Abe mengatakan, "Kami bertekad untuk menciptakan masa depan yang cerah bagi Jepang yang dipenuhi kedamaian dan harapan di tengah situasi global yang berubah secara dramatis."

Prosesi naik takhta Naruhito tidak selesai sampai di sini. Masih ada sejumlah upacara lainnya yang harus dilangsungkan Naruhito, termasuk penobatan secara resmi pada 22 Oktober mendatang.

Dalam momen itu, Naruhito akan menyatakan penobatannya dihadapan sedikitnya 200 perwakilan negara asing. Naruhito dan sang istri, Permaisuri Masako, akan mengenakan jubah tradisional yang rumit dalam upacara tersebut di istana.

Keduanya juga akan berparade di jalanan Kota Tokyo dan menyapa rakyat.

[Gambas:Video CNN] (rds/asa)