"Ada pernyataan yang dapat berakhir dengan eskalasi militer di perbatasan yang melibatkan pasukan kriminal Kolombia melawan Venezuela," ucap Maduro dalam pidatonya di depan pendukungnya di Caracas, Rabu (8/5).
Pidato Maduro yang disiarkan televisi nasional itu berlangsung tak lama setelah Kolombia menuduh Venezuela melakukan berulang kali memprovokasi, dengan membiarkan sekitar 30 serdadu mereka menerobos wilayahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kolombia menuturkan pasukan Venezuela mundur setelah mereka mengirim helikopter dan sejumlah tentara ke daerah itu.
Pengerahan pasukan itu dilakukan setelah militer Kolombia mendapat laporan dari masyarakat setempat.
Kolombia menganggap provokasi itu dilakukan Venezuela untuk menghasut supaya mereka terlihat seperti "agresor."
Kolombia dan Venezuela sudah tidak memiliki hubungan diplomatik sejak Februari lalu, setelah Bogota mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden interim negara itu, mengikuti jejak lebih dari 50 negara lainnya.
Perbatasan kedua negara terbilang luas dan berjarak sepanjang 2.200 kilometer dan sulit diakses. Sebagian besar wilayah perbatasan kedua negara tidak memiliki hukum.