Venezuela Usut Politikus Oposisi Terlibat Upaya Kudeta 1 Mei

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 11:33 WIB
Venezuela Usut Politikus Oposisi Terlibat Upaya Kudeta 1 Mei Demonstran dan tentara pendukung kelompok oposisi Venezuela saat unjuk rasa pada 1 Mei lalu. (AP Photo/Boris Vergara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak enam politikus yang mendukung oposisi Venezuela mulai diperkarakan karena diduga terlibat upaya kudeta pada 1 Mei lalu. Kini Mahkamah Agung juga memerintahkan para anggota parlemen itu diproses hukum karena perbuatannya.

Upaya mengkudeta Presiden Nicolas Maduro itu digagas oleh pemimpin oposisi, Juan Guaido.
Melalui sebuah pernyataan, Mahkamah Agung menyatakan telah meminta Jaksa Agung Tarek William Saab untuk menangani penyelidikan terhadap tujuh orang itu dengan tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi dan konspirasi.

Dalam daftar itu terdapat mantan pemimpin parlemen atau Majelis Nasional, Hendry Ramos Allup, Luis Florido, Marianela Magallanes, Jose Calzadilla, Americo De Grazia, dan Richard Blanco.


Sementara itu, Guaido, yang merupakan ketua Majelis Nasional saat ini dan diakui lebih dari 50 negara sebagai presiden interim Venezuela, tidak masuk dalam daftar.
Dikutip AFP, Mahkamah Agung juga meminta Majelis Konstituen-parlemen tandingan buatan Maduro--memeriksa kemungkinan pencabutan kekebalan terhadap anggotanya yang mendukung oposisi.

Sejauh ini, Majelis Konstituen telah melucuti kekebalan hukum tujuh anggotanya yang kedapatan mendukung pemberontakan dan demonstrasi oposisi pada 30 April dan 1 Mei lalu. Guaido tidak masuk dalam ketujuh nama tersebut.

Tak hanya anggota parlemen, sejumlah personel militer Venezuela yang membelot dari Maduro juga turut serta dalam demonstrasi yang berlangsung ricuh di sejumlah kota itu.

[Gambas:Video CNN]

Dilaporkan lima orang tewas dan 233 lainnya ditahan dalam demonstrasi tersebut. Jaksa Agung Saab juga menuturkan telah mengeluarkan 18 surat perintah penangkapan untuk menahan warga sipil dan anggota militer peserta demonstrasi.

Meski begitu, ia tak menjelaskan nama-nama orang yang tewas maupun ditahan oleh otoritas tersebut. (rds/ayp)