Venezuela Sebut Lima Warga Tewas Saat Demo Besar 1 Mei

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 15:20 WIB
Venezuela Sebut Lima Warga Tewas Saat Demo Besar 1 Mei Bentrokan dalam unjuk rasa pada 1 Mei di Venezuela. (Federico PARRA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab, mengatakan bentrokan aparat dan penduduk pendukung oposisi dalam demonstrasi besar-besaran pada 1 Mei lalu menewaskan lima orang. Sedangkan 233 lainnya ditahan.

"Semua kasus itu sedang diselidiki," ucap Saab dalam sebuah wawancara televisi itu pada Senin (6/5).
Saab menuturkan sebanyak 18 surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk menahan warga sipil dan anggota militer peserta demonstrasi, yang dianggap bagian dari upaya mengkudeta Presiden Nicolas Maduro.

Meski begitu, ia tak menjelaskan nama-nama orang yang tewas maupun ditahan oleh otoritas tersebut.


Sekelompok personel militer yang selama ini setia pada Maduro memang dilaporkan menyatakan dukungannya terhadap Guaido.

Mereka terlihat bergabung dengan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, di sebuah pangkalan angkatan udara di Caracas pada 30 April lalu.

Saat itu, Guaido mengajak pendukungnya untuk turun ke jalan pada 1 Mei yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, untuk menggulingkan Maduro.
Demonstrasi yang berlangsung pada pekan lalu itu pun berlangsung ricuh di sejumlah kota. Bentrokan antara massa anti-Maduro dan aparat keamanan tidak bisa dihindari.

Bentrokan dimulai sejak 30 April, ketika Guaido dan tokoh oposisi yang menjadi tahanan rumah, Leopoldo Lopez, mencoba menutup akses ke pangkalan Angkatan Udara Venezuela La Carlota.

Namun, upaya itu gagal dan percobaan kudeta yang digagas Guaido tidak berhasil menarik perhatian militer.

Sebanyak 25 personel militer yang membelot dilaporkan mencari perlindungan dan suaka di Kedutaan Besar Brasil.

Lopez juga kembali menjadi buronan setelah bergabung dalam demonstrasi itu. Pria 48 tahun itu dikabarkan mencari suaka di rumah Duta Besar Spanyol di Caracas. Istri Lopez, Lilian Tintori, juga mengaku rumah mereka dibobol dan digeledah oleh aparat.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Maduro mengancam akan mengejar anggota militer yang membelot dari dirinya.

Maduro bersama sejumlah petinggi militer juga muncul dalam sebuah acara televisi lalu untuk pertama kalinya sejak demonstrasi tersebut berlangsung, pada Kamis (2/5).

Dalam kesempatan itu, Maduro membantah klaim Amerika Serikat dan oposisi bahwa angkatan bersenjata telah mendukung upaya kudeta terhadap dirinya. (rds/ayp)