AS-Rusia Ingin Fokus Soal Bantuan Kemanusiaan ke Venezuela

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 02:22 WIB
AS-Rusia Ingin Fokus Soal Bantuan Kemanusiaan ke Venezuela Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya dan Presiden Vladimir Putin kali ini seiya sekata dan ingin fokus pada bantuan kemanusiaan ke Venezuela. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Jumat (3/5) waktu setempat bahwa dirinya berfokus pada pembahasan bantuan kemanusiaan di Venezuela saat berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sambungan telepon.

Trump dan Putin berbicara melalui telepon selama lebih dari sejam dalam pembahasan sejumlah topik. Perbincangan keduanya yang pertama kali diketahui terjadi sejak Desember lalu dan ketika tensi meninggi di Venezuela.

Kedua negara tersebut diketahui masing-masing mendukung kedua kubu yang saling bersitegang di Venezuela. Amerika Serikat mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido yang berupaya mengkudeta Presiden Nicolas Maduro yang didukung Rusia.



Perbincangan dengan topik bantuan kemanusiaan ini jadi hal yang baru mengingat Amerika Serikat curiga Rusia terlibat dalam krisis yang terjadi di Venezuela.

Bulan lalu, ketika Rusia mengirim sekelompok tentara ke Venezuela, Trump mengatakan kepada media: "Rusia mesti keluar dari sana". Namun Rusia mengatakan tentara mereka akan tetap bertahan di negara tersebut.

Pada percakapan yang terbaru, Trump tidak menyinggung perihal pasukan tersebut.

"Kami membicarakan banyak hal, Venezuela adalah salah satunya," kata Trump kepada media Gedung Putih.

"Dan dia [Putin] sama sekali tidak ingin terlibat di Venezuela selain ia ingin melihat hal yang positif terjadi untuk negara tersebut, dan saya merasakan hal yang sama," lanjut Trump.

"Kami ingin melakukan bantuan kemanusiaan, saat ini masyarakat di sana kelaparan, mereka tidak memiliki makanan, tidak ada air," kata Trump.


Komentar Trump ini datang setelah beberapa hari aksi Guaido untuk mengajak militer menentang Maduro gagal. Maduro justru tampil bersama petinggi militer di televisi.

Bahkan, Presiden Nicolas Maduro memerintahkan militer Venezuela melawan semua pihak yang merencanakan kudeta di tengah kekhawatiran semakin banyak personel angkatan bersenjata membelot ke kubu oposisi, Juan Guaido.

"Ya, kita dalam posisi siap tempur. Terus siaga melawan semua pengkhianat, para perencana kudeta," ujar Maduro dalam upacara yang dihadiri 4.500 personel militer, Kamis (3/5).

Melanjutkan pernyataannya, Maduro berkata, "Tak boleh ada yang takut. Ini waktunya kita mempertahankan hak kita akan perdamaian." (end)