AS Sita Kapal Kargo Korut yang Diduga Langgar Sanksi

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 14:28 WIB
AS Sita Kapal Kargo Korut yang Diduga Langgar Sanksi AS menyita kapal kargo Korut yang diduga digunakan untuk pengiriman batu bara, langkah ilegal yang melanggar sanksi Washington dan PBB, Kamis (9/5). (Department of Justice/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat untuk pertama kalinya menyita kapal kargo Korea Utara yang diduga digunakan untuk pengiriman batu bara, sebuah langkah ilegal yang melanggar sanksi Washington dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (9/5).

Kementerian Kehakiman AS menyatakan Kapal bernama "Wise Honest" saat ini tengah berada dalam yurisdiksi negaranya dan tengah mendekati perairan Kepulaan Samoa di Oseania.

"Kapal pelanggar sanksi ini sekarang sudah tidak berfungsi," ucap Kepala Divisi Keamanan Nasional Kementerian Kehakiman AS, John Demers.
AS juga menampik bahwa penyitaan kapal tersebut berkaitan dengan ulah Korut yang kembali menguji coba rudal kedua kalinya dalam sepekan terakhir.


"Kami sudah mengejar kapal ini selama berbulan-bulan," ujar pengacara AS untuk Distrik New York Selatan, Geoffrey Berman, seperti dikutip Reuters.

AS memang telah mengajukan surat perintah penyitaan kapal tersebut pada Juli 2018. Washington menyatakan Wise Honest pernah digunakan oleh perusahaan pengiriman Korea Songi Shipping Company. 
Perusahaan itu dituduh melakukan transaksi ratusan ribu dolar dengan tiga bank AS. Ketiga bank AS itu disebut membantu memfasilitasi kebutuhan kapal tersebut tanpa disadari.

"Pembayaran dengan jumlah lebih dari US$750 ribu ditransmisikan melalui akun di lembaga keuangan AS sehubungan dengan pengiriman batu bara pada Maret 2018 di atas Wise Honest," bunyi pernyataan Kementerian Kehakiman AS.

Hingga kini, perwakilan Korut di PBB tidak segera merespons kabar penyitaan tersebut.

Sebelumnya, Wise Honest juga pernah ditahan otoritas Indonesia pada 2018 lalu. Kapal seberat 17 ribu ton itu dikabarkan sebagai kapal kargo terbesar kedua milik Korut.

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan pemantau sanksi PBB, Wise Honest pernah mengangkut 25.500 ton batubara ketika disita oleh otoritas Indonesia. Laporan AS pada Maret 2018 memperkirakan nilai kargo batubara itu mencapai US$3 juta.

Pemantau mengatakan Indonesia melaporkan kapal itu terdaftar di bawah bendera Sierra Leone dan Korut.

Indonesia juga menemukan "dokumen kargo dan izin-izin" yang menunjukkan bahwa kapal tersebut hendak melakukan transfer dari kapal ke kapal (STS) dengan sebuah kapal kargo Rusia di perairan Kalimantan Timur. Rusia telah berulangkali membantah hal tersebut.
(rds/has)