Iran Berhenti Jalankan Sebagian Kewajiban Pakta Nuklir

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 15:32 WIB
Iran Berhenti Jalankan Sebagian Kewajiban Pakta Nuklir Ilustrasi penduduk membentangkan bendera Iran. (REUTERS/TIMA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Iran menyatakan mulai hari ini berhenti menjalankan sebagian persyaratan yang harus dilaksanakan dalam pakta perjanjian penghentian program senjata nuklir pada 2015. Kebijakan itu diambil sebagai bentuk protes atas tekanan Amerika Serikat yang menarik diri dari perjanjian itu pada Mei 2018 dan kembali menjatuhkan sanksi ekonomi.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (15/5), menurut sumber keputusan itu diberikan oleh Dewan Pertahanan Nasional Iran. Akan tetapi kebijakan ini belum disampaikan secara resmi.
Hal ini juga dampak ketegangan di kawasan Teluk yang meningkat karena AS mengirim armada tempur beserta kapal induk dan pesawat pembom jarak jauh ke Selat Hormuz. Hal ini membuat Iran terusik.

Iran menganggap langkah Amerika Serikat keliru dengan memutuskan mengirim armada kapal induk dan pesawat pembom nuklir jarak jauh B-52 ke Timur Tengah. Mereka menyatakan alasan yang digunakan dengan menyatakan Iran seolah-olah mengancam keberadaan pasukan AS dan sekutunya di kawasan itu tidak tepat.


AS juga pernah mengirim USS Abraham Lincoln ke kawasan Teluk, saat menyerbu Irak pada 2003 silam.
Iran menyatakan tidak bersedia tunduk atas permintaan AS untuk menghentikan program pengembangan peluru kendali. Akan tetapi, diperkirakan perekonomian mereka akan kembali terpukul dengan penerapan sanksi pembelian minyak.

Presiden Iran, Hasan Rouhani, mengancam bakal melanjutkan pengayaan uranium jika pihak-pihak penandatangan kesepakatan nuklir pada 2015 lalu tak membela negara tersebut dari dera sanksi Amerika Serikat.

Dia melontarkan langsung ancaman tersebut kepada negara-negara yang menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA itu, yakni Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia.

[Gambas:Video CNN]

Perjanjian yang diteken pada 2015 lalu itu menyepakati bahwa negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran.

Sebagai balasan, Iran harus menyetop segala bentuk pengembangan senjata rudal dan nuklirnya, termasuk pengayaan uranium.

Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia membujuk Iran untuk tetap mematuhi perjanjian itu. Mereka menyatakan tidak akan bersikap seperti AS, tetapi juga meminta Iran menghentikan keterlibatan mereka dalam sejumlah konflik di Timur Tengah. Yakni Suriah, Yaman, dan Palestina.

(ayp/ayp)