Pemerintah dan Oposisi Venezuela Berunding di Norwegia

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 12:05 WIB
Pemerintah dan Oposisi Venezuela Berunding di Norwegia Ilustrasi unjuk rasa di Venezuela. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins0
Jakarta, CNN Indonesia -- Perwakilan pemerintah Venezuela dan pihak oposisi dilaporkan sepakat berunding di Norwegia. Mereka melakukan hal itu untuk mencari jalan keluar atas krisis ekonomi dan politik yang sudah bertahun-tahun melanda negara itu.

Kedua kubu berlawanan itu diundang secara terpisah oleh Norwegia. Anggota senior dari masing-masing kubu, di antaranya Jorge Rodríguez selaku Menteri Komunikasi dan Informasi dan Stalin González, anggota Majelis Nasional. Mereka dilaporkan akan berunding di Oslo, seperti dilansir .
Diskusi tersebut menjadi babak baru dari kebuntuan politik setelah terjadinya aksi demonstrasi selama berbulan-bulan, serta seruan oposisi yang gagal melakukan kudeta.

Perundingan ini juga menyiratkan belum ada pihak yang menang dalam perebutan kekuasaan. Hal itu juga menyebabkan Venezuela lumpuh akibat hiperinflasi dan kekurangan makanan serta kebutuhan medis selama bertahun-tahun.


Presiden Nicolás Maduro yang memantau perundingan dari Venezuela hanya menyebut Rodríguez saat ini sedang dalam sebuah misi sangat penting.
Perundingan di Norwegia ini digelar ketika kelompok negara Eropa mempersiapkan delegasi tingkat tingginya ke Venezuela guna memberikan solusi bagi krisis yang berkepanjangan. Negara-negara termasuk delapan negara Eropa, Uni Eropa, serta empat negara Amerika Latin lainnya tergabung dalam Kelompok Kontak Internasional (ICG).

Kelompok ini digagas setelah Guaidó mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela awal tahun ini.

Pihak oposisi yang didukung oleh AS serta 50 negara lainnya, menuduh kehancuran ekonomi Venezuela saat ini adalah akibat dari korupsi dan kepengurusan pemerintah yang amburadul.

[Gambas:Video CNN]

Guaido serta legislator lainnya juga sempat memberikan pidato yang mengecam pemerintahan Maduro. Sedangkan Maduro mengkambinghitamkan sanksi yang diberikan AS sebagai akibat dari masalah yang terjadi di Venezuela. (ajw/ayp)