Trump Klaim Sudah Siap Kirim Pasukan Gempur Iran

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 15:45 WIB
Trump Klaim Sudah Siap Kirim Pasukan Gempur Iran Ilustrasi pasukan Amerika Serikat. (DELIL SOULEIMAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan sangat siap jika harus mengirimkan ratusan ribu personel militer ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran. Namun, ia membantah laporan media massa yang menyebutkan bahwa Gedung Putih tengah berencana mengerahkan 120 ribu pasukan ke Timur Tengah demi membendung Iran.

"Saya pikir (laporan) itu adalah berita palsu. Sekarang, apakah saya mungkin melakukan itu (mengerahkan pasukan)? Tentu saja," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (16/5).
"Tapi kami belum punya rencana ke situ. Saya harap kami tidak perlu merencanakan hal itu. Jika kita perlu merencanakan hal itu, kami akan mengirimkan lebih banyak pasukan daripada jumlah tersebut," paparnya menambahkan seperti dikutip Telegraph.

Pernyataan itu diungkapkan Trump merespons laporan New York Times dan CBS News yang menyebut bahwa AS tengah merencanakan opsi militer untuk menghadapi Iran, termasuk mengerahkan 120 ribu personel ke Timur Tengah.


New York Times memaparkan pelaksana menteri pertahanan AS, Patrick Shanahan, yang mempresentasikan rencana itu dalam rapat pejabat tinggi pertahanan terkait kebijakan AS secara luas terhadap Iran di Gedung Putih pada Kamis pekan lalu.

Sejumlah pejabat yang ikut serta dalam rapat namun tak disebutkan nama menuturkan Shanahan memberikan tinjauan umum tentang rencana Pentagon tersebut.
Sementara itu, Panglima Militer AS Jenderal Joseph Dunford turut merinci sejumlah opsi pengerahan pasukan dalam rapat. Rencana Pentagon terhadap Iran ini disebut dibuat semakin detail dalam rapat tersebut.

Ketegangan antara Iran dan AS semakin memanas pada pekan lalu setelah Presiden Hassan Rouhani mengancam akan melanjutkan program nuklir jika negara Eropa yang tergabung dalam perjanjian nuklir 2015 tidak membela Teheran dari sanksi Washington.

Ancaman itu diutarakan langsung Rouhani dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional.

Langkah itu diambil Iran setelah AS di bawah kepemimpinan Trump memutuskan keluar dari perjanjian nuklir yang dikenal dengan JCPOA pada Mei 2018 lalu.
Sejak itu, AS kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Iran.

Militer AS tak memungkiri bahwa ancaman langsung Iran berada dalam tingkat tinggi pasca Rouhani mengeluarkan ultimatumnya itu.

Trump bahkan dilaporkan telah mengerahkan kapal induk dan sejumlah pesawat pembom ke perairan Uni Emirat Arab. (rds/ayp)