RI Minta AS-Iran Turunkan Ketegangan di Kawasan

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 19:25 WIB
RI Minta AS-Iran Turunkan Ketegangan di Kawasan Jubir Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, merespons ketegangan antara AS-Iran yang meningkat sejak pekan lalu. (ANTARA FOTO/ho/Suwandy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia meminta Amerika Serikat dan Iran menahan diri agar tidak memperburuk ketegangan yang bisa berdampak buruk terhadap situasi dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

"Terkait eskalasi terakhir di kawasan, kami tekankan agar semua pihak menahan diri untuk terus menurunkan ketegangan dan segera ambil langkah untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan," ucap ujar juru bicara kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Kamis (16/5).

Pernyataan Arrmanatha tersebut merespons ketegangan antara AS-Iran yang meningkat sejak pekan lalu, terutama setelah Presiden Hassan Rouhani mengancam akan melanjutkan pengayaan uraniumnya dan keluar dari perjanjian nuklir 2015.


Rouhani mengancam akan melanjutkan pengayaan uranium jika negara Eropa yang tergabung dalam perjanjian nuklir 2015 atau JCPOA tidak membela Teheran dari sanksi Washington.
Langkah itu diambil Iran setelah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump memutuskan keluar dari JCPOA pada Mei 2018 lalu. AS juga kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Iran.

Sejak ultimatum Rouhani tersebut, AS dan Iran terus beradu mulut dan melontarkan ancaman. Trump bahkan mengerahkan kapal induk dan sejumlah pesawat pengebom ke Timur Tengah.

Trump mengatakan sangat siap jika harus mengirimkan ratusan ribu personel militer ke Timur Tengah untuk menghadap Iran. 

[Gambas:Video CNN]

Namun, ia membantah laporan media massa yang menyebutkan bahwa Gedung Putih tengah berencana mengerahkan 120 ribu pasukan ke Timur Tengah demi membendung Iran.

"Saya pikir (laporan) itu adalah berita palsu. Sekarang, apakah saya mungkin melakukan itu (mengerahkan pasukan)? Tentu saja," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, sebagaimana dikutip The Telegraph.

"Tapi kami belum punya rencana ke situ. Saya harap kami tidak perlu merencanakan hal itu. Jika kita perlu merencanakan hal itu, kami akan mengirimkan lebih banyak pasukan daripada jumlah tersebut." (rds/has)