Trump-Shinzo Abe Memupuk 'Bromance' dengan Golf dan Sumo

CNN Indonesia | Sabtu, 25/05/2019 12:15 WIB
Trump-Shinzo Abe Memupuk 'Bromance' dengan Golf dan Sumo Donald Trump dan Shinzo Abe akan memupuk kemesraan diplomatik melalui golf dan sumo saat pemimpin AS tersebut menghabiskan waktu di Jepang akhir pekan ini. (JIJI PRESS /AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Shinzo Abe akan memupuk kemesraan diplomatik mereka melalui permainan golf dan menonton sumo bersama saat pemimpin Amerika Serikat tersebut menghabiskan waktu di Jepang sepanjang akhir pekan ini.

Dijadwalkan tiba di Jepang pada Sabtu (25/5), Trump akan langsung menghabiskan waktu bersama Abe keesokan harinya, Minggu (26/5).

Pada pagi hari, Trump dan Abe akan bermain golf bersama, menyuguhkan kembali kemesraan bagi insan pers yang melabeli keakraban kedua pemimpin negara tersebut dengan sebutan "bromance".


Namun sebenarnya, awak media Jepang lebih menantikan agenda Trump dan Abe selanjutnya, yaitu menyaksikan bersama final turnamen sumo.
Kehadiran Trump di arena sumo ini menjadi sorotan luas karena dianggap sebagai mimpi buruk bagi tim protokoler kepresidenan AS.

Mereka harus memikirkan di mana Trump akan duduk dan cara melindungi sang presiden ketika penonton melempar bantal, tradisi yang biasa dilakukan warga Jepang ketika sang jawara alias yokozuna jatuh.

Di akhir pertandingan, Trump diberi kehormatan untuk menyerahkan piala kepada pemenang turnamen sumo tersebut.
Trump-Shinzo Abe Memupuk 'Bromance' dengan Golf dan SumoMenurut tradisi Jepang, penonton akan melemparkan bantal saat yokozuna jatuh dalam turnamen sumo. (AFP Photo/Kim Stalknecht)
Setelah itu, Trump dan Abe akan kembali bertemu dengan istri mereka untuk menikmati santap siang di satu restoran di distrik Roppongi, Tokyo.

Keesokan harinya, kedua pemimpin akan memulai pekan kerja mereka dengan menggelar pertemuan bilateral tertutup sembari makan siang.

Setelah itu, Trump akan menorehkan sejarah sebagai pemimpin dunia pertama yang berjumpa dengan kaisar baru Jepang, Naruhito.

Naruhito duduk di singgasana istana setelah ayahnya, Akihito, melepaskan takhta pada akhir April lalu.

Pelepasan takhta semacam ini merupakan momen langka di Jepang karena seorang kaisar biasanya mempertahankan singgasananya hingga ia mengembuskan napas terakhirnya.
Trump-Shinzo Abe Memupuk 'Bromance' dengan Golf dan SumoNaruhito duduk di singgasana kekaisaran setelah ayahnya, Akihito, melepaskan takhta pada akhir April lalu. (Reuters/Kim Kyung-Hoon)
Sang presiden AS pun merasa sangat terhormat, apalagi mengingat para pemimpin negara lain baru akan bertemu dengan Naruhito pada Oktober mendatang.

Trump lantas akan menutup lawatannya dengan mengunjungi pangkalan udara AS di Yokosuka, menunjukkan kekuatan kerja sama militer kedua negara.

"Ini menunjukkan hubungan antara AS dan Jepang belum pernah sekuat ini," ucap seorang pejabat senior dalam pemerintahan Trump kepada AFP.

Mata dunia pun tertuju pada Abe karena dianggap lihai menghadapi Trump yang kini sedang berseteru dengan sejumlah negara, seperti China dan Iran.

Dalam kurun waktu beberapa bulan ini saja, Trump dan Abe secara keseluruhan bertatap muka tiga kali.
Pertama, pada April lalu, ketika Abe dan istrinya, Akie, bertandang ke Gedung Putih, dibalas dengan kunjungan Trump ke Jepang pekan ini.

Kedua pemimpin kemudian akan bertemu kembali di sela konferensi tingkat tinggi G20 di Osaka pada akhir Juni mendatang.

"Tiga pertemuan dalam kurun waktu singkat menunjukkan betapa dekat hubungan mereka. Ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah," ujar seorang pejabat AS yang enggan diungkap identitasnya.

Jika menilik sejarah, Jepang memang pernah menjadi korban senjata atom AS ketika sekutu mengebom Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Namun kini, Jepang dianggap sebagai "benteng pertahanan" AS menghadapi ancaman rudal balistik Korea Utara, musuh bersama di kawasan.

Pada 2017, Korut mengancam bakal menembakkan rudal balistik ke Guam, wilayah kekuasaan AS di Pasifik. Berdasarkan peta serangan, rudal itu bakal melintasi langit Jepang sebelum menghantam Guam.

Saat uji coba, rudal Korut itu pun jatuh di perairan Jepang, membuat Abe geram dan bersumpah bakal memperkuat pertahanannya. Secara tidak langsung, pertahanan Jepang akan membentengi Guam.

[Gambas:Video CNN]

Selain masalah keamanan, Trump juga dianggap akan memupuk kepercayaan diri ketika berkunjung ke Jepang, terutama di tengah perang dagang dengan China.

Pada medio 1980-an, Jepang adalah ancaman besar bagi para pebisnis AS karena manuver perdagangan yang sangat baik. Namun kini, Jepang bukan lagi masalah untuk AS.

"Jika kalian melihat kembali ke tahun 1989, Jepang mengambil alih AS, dan sekarang kalian bahkan tak pernah lagi mendengar Jepang. Dua puluh tahun dari sekarang, siapa yang akan berada di posisi itu?" ujar analis kebijakan luar negeri Universitas John Hopkins, Robert Guttman. (has/has)