China Berang Dua Kapal AS Berlayar di Selat Taiwan

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 18:55 WIB
China Berang Dua Kapal AS Berlayar di Selat Taiwan Jubir Kemlu China, Lu Kang, mengatakan negaranya melayangkan protes kepada AS setelah dua kapal angkatan laut Negeri Paman Sam berlayar di Selat Taiwan, Kamis (23/5). (AFP Photo/Nicolas Asfouri)
Jakarta, CNN Indonesia -- China melayangkan protes kepada Amerika Serikat setelah dua kapal angkatan laut Negeri Paman Sam berlayar di Selat Taiwan, Kamis (23/5).

"Kami telah mengeluarkan protes serius kepada AS," ucap seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, seperti dikutip AFP.

Pada Rabu (22/5), AS mengerahkan kapal perusak USS Preble dan kapal tanker minyak AL Walter S Diehl ke Selat Taiwan.


Beijing memandang setiap kapal militer asing yang melewati wilayah perairan yang diklaimnya, termasuk Selat Taiwan, sebagai bentuk pelanggaran terhadap kedaulatannya.
Namun, juru bicara Armada Ketujuh (7th) Angkatan Laut AS, Clay Doss, mengatakan "kapal-kapal itu melakukan transit melalui Selat Taiwan untuk mendemonstrasikan komitmen AS terhadap kebebasan dan keterbukaan bernavigasi di wilayah perairan Indo-Pasifik."

Doss juga menegaskan bahwa semua manuver dan interaksi yang dilakukan kedua kapalnya itu aman dan profesional. 

Sementara itu, Taiwan menyatakan angkatan bersenjatanya terus memonitor pergerakan kedua kapal AL AS tersebut. Taipei menegaskan tidak ada hal-hal yang tidak biasa dilakukan kedua kapal AS itu selama melewati perairannya.
Pelayaran USS Preble dan Walter S Diehl ini berlangsung ketika ketegangan AS-China terkait perang dagang kembali memanas.

Taiwan menjadi salah satu ganjalan dalam relasi Washington dan Beijing selama ini selain masalah perang dagang dan klaim China di Laut China Selatan.

China memandang Taiwan sebagai wilayah pembangkang lantaran ingin memisahkan diri dari negaranya.

Beijing tak jarang mengancam memutus hubungan diplomatik dengan negara-negara yang memiliki relasi resmi dengan Taiwan dan di saat bersamaan juga berhubungan dengan Beijing.

[Gambas:Video CNN]

Meski AS tak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, tapi di bawah Taiwan Relation Act, Negeri Paman Sam berkewajiban di bawah hukum membantu Taipei dalam hal pertahanan dan keamanan.

AS juga merupakan sumber utama persenjataan dan alat pertahanan Taiwan. Pentagon melaporkan AS telah menjual senjata senilai lebih dari US$15 miliar sejak 2010 kepada Taiwan (rds/has)