FOTO : Tiga Dekade Huru-Hara Tiananmen

AFP, REUTERS, CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 20:21 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Peristiwa Tiananmen berusia tiga dasawarsa pada 4 Juni mendatang. Insiden itu memperlihatkan rezim komunis China bersikap represif atas aksi menuntut reformasi.

Peristiwa 4 Juni atau dikenal Tragedi Tiananmen di China tahun ini berusia tiga dekade. Peristiwa berdarah saat pemerintah China mengerahkan pasukan bersenjata lengkap untuk menghadapi demonstran pro demokrasi di Negeri Tirai Bambu pada 1989. (AFP PHOTO/CATHERINE HENRIETTE)
Ratusan ribu rakyat China tumpah ke Lapangan Tiananmen berunjuk rasa menuntut percepatan reformasi, peningkatan ekonomi dan memberangus korupsi. Gambar diambil pada 2 Juni 1989. (AFP PHOTO/CATHERINE HENRIETTE)
Para pemuda, aktivis kampus dan gerakan pro demokrasi mendesak pemerataan kesejahteraan. Hal itu dipicu resesi dan inflasi hingga 30 persen pada 1988. (REUTERS/Ed Nachtrieb)
Kekecewaan masyarakat memuncak ketika pemimpin Partai Komunis China dan tokoh reformis, Hu Yaobang, meninggal pada 15 April 1989. Mereka memutuskan turun ke jalan mendesak pemerintah segera berbenah. (AFP PHOTO/CATHERINE HENRIETTE)
Unjuk rasa itu digelar selama April hingga akhir Mei 1989. Para demonstran menduduki Lapangan Tiananmen dan melakukan mogok makan. Gara-gara itu Pemimpin Uni Soviet ketika itu, Mikhail Gorbachev, batal melawat ke lokasi. (REUTERS/Bobby Yip)
Unjuk rasa mendesak reformasi pemerintah China juga terjadi di sejumlah kota besar lain. Aksi itu berujung kerusuhan dan penjarahan. (AFP PHOTO STAFF)
Foto ini menjadi yang paling dikenang sepanjang sejarah, saat seorang pengunjuk rasa mengadang iring-iringan kendaraan lapis baja militer China untuk membubarkan aksi demo di Tiananmen. (REUTERS/Arthur Tsang)
Pengganti Hu Yaobang, Zhao Ziyang, sempat mencoba membujuk para pengunjuk rasa tetapi gagal. Tak lama setelah itu dia dicopot dari keanggotaan partai dan tidak pernah terlihat kembali. (AFP PHOTO/CATHERINE HENRIETTE)
Perdana Menteri Li Peng saat itu memutuskan mengambil tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa di Tiananmen, dengan mengirim ratusan ribu pasukan lengkap dengan senjata berat dan peluru tajam. (AFP PHOTO/CATHERINE HENRIETTE)
Bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi serta militer China akhirnya tidak terhindarkan pada 3 sampai 4 Juni 1989. (AFP PHOTO/CATHERINE HENRIETTE)
Jumlah korban dari bentrokan di Lapangan Tiananmen tidak pernah diketahui secara pasti. Menurut lembaga hak asasi manusia, jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan. (AFP PHOTO/TOMMY CHENG)
Setelah huru-hara, pemerintah China menuding para pengunjuk rasa berpaham kontra revolusi dan hendak menggulingkan kedaulatan negara. (AFP PHOTO/MANUEL CENETA)