Militer Suriah Gempur Basis Pemberontak di Aleppo, 21 Tewas

CNN Indonesia | Kamis, 30/05/2019 01:28 WIB
Militer Suriah Gempur Basis Pemberontak di Aleppo, 21 Tewas Ilustrasi serangan ke kota Aleppo di Suriah. (REUTERS/Abdalrhman Ismail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 21 orang penduduk sipil, termasuk sembilan anak, tewas dalam serangan militer Suriah ke basis pemberontak di wilayah barat laut Suriah pada Selasa (28/5).

Serangan itu terjadi di sebuah jalan di desa Kafr Halab, ujung utara provinsi Aleppo yang saat itu dipenuhi warga menjelang berbuka puasa. Sebanyak 22 rumah sakit dan klinik di kota Idlib turut menjadi sasaran serangan udara dan peluru artileri.
"Fasilitas (rumah sakit) dikabarkan sedang dalam perbaikan akibat kerusakan struktural yang parah," jelas David Swanson selaku juru bicara kantor kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dilansir Reuters, Rabu (29/5).

Informasi beredar menyebutkan deretan kedai di pinggir jalan tersebut ikut hancur.


Insiden ini menjadi serangan susulan militer Suriah karena sebelumnya telah menyerang provinsi Idlib hingga menewaskan 31 penduduk sipil pada Minggu (26/5) dan Senin (27/5).

Setidaknya 280 penduduk sipil menjadi korban dalam lonjakan serangan yang terjadi.
Wilayah Idlib serta daerah lainnya di provinsi Aleppo, Hama, dan Latakia saat ini memang dikuasai oleh kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham yang terhubung dengan Al-Qaeda.

Wakil kepala bantuan PBB, Ursula Mueller, menginformasikan Dewan Keamanan bahwa ada sekitar 270 ribu orang telah diungsikan sejak terjadinya serangan di Idlib April lalu. PBB telah memperingatkan serangan habis-habisan itu akan mengakibatkan bencana kemanusiaan terhadap tiga juta penduduk setempat.

Awal bulan ini, pihak AS sempat melaporkan bahwa rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad melakukan "serangan" kimia pada 19 Mei selama pergolakannya di wilayah Idlib.

Pengawas internasional juga mengatakan pasukan Presiden Assad telah meluncurkan serangkaian serangan kimia dalam sebuah perang saudara brutal. Lebih dari 370 ribu orang tewas sedangkan jutaan lainnya mengungsi sejak 2011 silam.
Sementara, pemerintah Suriah membantah semua tuduhan yang ditujukan padanya. (ajw/ayp)