Filipina Kembalikan 69 Kontainer Sampah Busuk ke Kanada

CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 10:47 WIB
Filipina Kembalikan 69 Kontainer Sampah Busuk ke Kanada Filipina mengembalikan 69 kontainer sampah busuk yang dibuang ke negaranya pada 2013 dan 2014 lalu ke Kanada. (Mandatory credit BAN Toxics/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Filipina mengembalikan 69 kontainer sampah busuk yang dibuang ke negaranya pada 2013 dan 2014 lalu ke Kanada.

Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, mengatakan bahwa sampah berton-ton itu dimasukkan ke dalam kapal pengangkut di Teluk Subic yang siap berangkat pada Kamis (30/5).
 
"Selamat tinggal," kicau Locsin sembari mengunggah foto-foto kapal pengangkut tersebut melalui Twitter.
 


Menanggapi pengembalian sampah ini, Menteri Lingkungan Kanada, Catherine McKenna, hanya berkata, "Kami berkomitmen dengan Filipina dan kami bekerja sama dengan mereka."


Masalah sampah ini sempat membuat hubungan Filipina dan Kanada tegang. Presiden Rodrigo Duterte bahkan menarik duta besar Filipina di Ottawa karena Kanada tak kunjung mengambil sampah itu setelah melewati tenggat pada 15 Mei lalu.
Tumpukan sampah tersebut dikirimkan oleh perusahaan Kanada ke pelabuhan Filipina. Sampah busuk tersebut salah diberi label sebagai sampah daur ulang.

Kanada beralasan bahwa kumpulan sampah itu akan didaur ulang. Namun, sampah tersebut ternyata terdiri dari popok, koran, dan botol minum yang tidak dapat didaur lagi. 
 
Isu sampah semacam ini juga dialami oleh Malaysia hingga akhirnya pada awal pekan ini mereka mengancam bakal mengembalikan sekitar 3.000 ton sampah ke 14 negara asal, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Kanada, dan Inggris.
Yeo Bee Yin selaku Menteri Energi, Teknologi, Sains, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia mengatakan bahwa warga di negara-negara asal itu mengira sampah mereka akan didaur ulang.

Namun ternyata, kebanyakan sampah mereka dibuang ke Malaysia dan dihancurkan menggunakan metode yang merusak alam. (ajw/has)