Pemerintah China Kembali Sensor Tiananmen di Dunia Maya

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 13:18 WIB
Pemerintah China Kembali Sensor Tiananmen di Dunia Maya Ilustrasi tragedi Tiananmen yang terjadi pada 4 Juni 1989. (AFP PHOTO STAFF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China kembali menyensor seluruh kata yang berkaitan dengan tragedi Tiananmen.

Peristiwa yang terjadi pada 4 Juni 1989 ini memang dihapus dari buku-buku sejarah di China, dan perbincangan mengenai insiden itu juga terlarang, disensor, dan kerap disetop.

Kata "Tiananmen" juga kerap menjadi target sasaran bagi Great Firewall, perangkat sensor online pemerintah China.

Hari ini perangkat sensor itu akan diuji oleh para aktivis yang dalam tahun-tahun terakhir terus berusaha untuk membobolnya dengan menggunakan kata kunci "35 Mei" atau "tahun itu."


Namun upaya mereka tampaknya tidak akan mudah mendapatkan hasil.

Menjelang tanggal 4 Juni, para pengguna internet di China juga mengeluhkan betapa sukar untuk menggunakan Virtual Private Networks (VPN), metode yang lazim digunakan untuk menembus firewall.

Sementara itu, unggahan-unggahan terkait Tiananmen di media sosial di China pun nyaris mustahil dilakukan dengan semakin diketatkannya sensor pada masa yang sensitif ini.

Bahkan 4 Juni kerap dijuluki sebagai "hari perawatan internet" karena para pemilik situs lebih memilih untuk offline, ketimbang tidak sengaja mengunggah sesuatu yang bisa memancing kecurigaan pemerintah.

Mak Hoi-wah, kepala museum 4 Juni menyebut sensor dalam skala massal ini merusak.

"Tanpa memahami fakta-fakta sejarah, kami tidak akan mungkin pulih," kata Mak.

"Pemerintah China coba untuk memberi tekanan karena tak ingin masyarakat mengingat kesalahan-kesalahan mereka."

Selain di dunia maya, pemerintah China juga memperketat pengawasan mereka terhadap kegiatan yang bertujuan untuk mengingat insiden tersebut.

Para wisatawan masih bisa mengunjungi Lapangan Tiananmen pada hari ini, tapi di bawah pengawasan ketat polisi dan pemeriksaan keamanan secara berkala.

Pemerintah China sendiri selalu mempertahankan sikap atas pengetatan pengawasan ini. Saat berbicara di suatu ajang internasional pada akhir pekan lalu, Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe, menggambarkan demonstrasi Tiananmen sebagai "kisruh politik yang harus diatasi pemerintah pusat."

"Pemerintah mengambil sikap tegas dalam menghentikan kekacauan itu, dan kebijakan tersebut tepat," katanya.

Peringatan insiden Tiananmen terbesar akan berlangsung di Hong Kong, satu-satunya tempat di China yang menggelar penghormatan secara massal.

Sejak 1990, peringatan dengan menyalakan lilin selalu digelar setiap tahun dan dihadiri oleh ratusan ribu orang.
(vws)