Balon Bayi Trump Raksasa Melayang Lagi di Parlemen Inggris

CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 19:59 WIB
Balon Bayi Trump Raksasa Melayang Lagi di Parlemen Inggris Sebagai tanda protes kedatangan Presiden AS, warga Inggris kembali menerbangan balon bayi raksasa yang menyerupai Donald Trump di depan gedung parlemen. (Reuters/Alkis Konstantinidis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai tanda protes kedatangan Presiden Amerika Serikat, warga Inggris akan kembali menerbangkan balon bayi raksasa yang menyerupai Donald Trump di depan gedung parlemen di London pada Selasa (4/6).

Salah satu perwakilan penyelenggara aksi, Ajuub Faraji, mengatakan bahwa balon setinggi enam meter itu akan diterbangkan di depan parlemen selama dua jam terhitung dari pukul 09.00 GMT.
Tepat pada jam tersebut, Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, Theresa May, di kantornya yang terletak tak jauh dari kompleks parlemen, tepatnya di Downing Street.

Trump sendiri sudah tiba di Inggris pada Senin (3/6) dan langsung disambut dengan megah di Istana Buckingham, di mana ia dan Ibu Negara AS, Melania, bertemu dengan Ratu Elizabeth.


"Kami ingin mengirimkan pesan solidaritas bagi mereka yang terkena dampak politik tercelanya, dan mengatakan dengan lantang bahwa presiden AS tak layak disambut dengan karpet merah," ujar Faraji kepada Reuters.
Aksi ini tak hanya didukung oleh ribuan warga, tapi juga sejumlah pemimpin oposisi Inggris, termasuk Jeremy Corbyn.

Massa akan semakin besar ketika para demonstran dari berbagai penjuru berkumpul di Trafalgar Square pada 10.00 GMT. Mereka kemudian akan berarak menuju kompleks parlemen dan menggelar aksi hingga sore.

Melihat potensi aksi meluas, kepolisian pun mengerahkan pasukan tambahan dan menutup jalan yang menghubungkan langsung kompleks parlemen dengan Downing Street.

[Gambas:Video CNN]

Kehadiran Trump di Inggris memang selalu mengundang kontroversi. Pada Juli lalu, Trump juga disambut dengan balon bayi raksasa ketika bertandang ke Inggris.

Kebanyakan warga Inggris memang tak suka dengan kebijakan Trump yang dianggap jahat, labil, tak dapat diandalkan, dan bertentangan dengan nilai-nilai pada umumnya.

Walau demikian, Trump selalu mengatakan publik Inggris sebenarnya menyukainya dan "banyak orang senang" dengan kedatangannya. (has)