Eks Pemimpin Junta Militer Thailand Resmi Terpilih Jadi PM

CNN Indonesia | Kamis, 06/06/2019 20:22 WIB
Eks Pemimpin Junta Militer Thailand Resmi Terpilih Jadi PM Mantan pemimpin junta militer Thailand, Prayut Chan-o Cha, secara formal terpilih menjadi perdana menteri melalui pemungutan suara parlemen pada Rabu (5/6). (Reuters/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pemimpin junta militer Thailand, Prayut Chan-Ocha, secara formal terpilih menjadi perdana menteri melalui pemungutan suara parlemen pada Rabu (5/6).

CNN melaporkan bahwa Prayut berhasil mengalahkan Thanathorn Juangroongruangkit selaku ketua partai anti-junta, Future Forward Party, dengan perolehan suara 500 banding 244.
Pemungutan suara parlemen ini digelar untuk memecah kebuntuan hasil pemilihan umum pada 24 Maret lalu.

Setelah proses hitung cepat dimulai, dua kubu politik terkuat di Thailand, yaitu Pheu Thai dan Palang Pracharat, saling mengklaim menang dan mendapatkan cukup suara untuk membentuk koalisi pemerintahan.


Pheu Thai selaku partai oposisi terbesar mengklaim bahwa koalisi mereka berhasil meraup 255 kursi dari 500 kursi di majelis rendah parlemen.
Namun, koalisi oposisi tetap tak bisa menandingi perolehan suara kubu Prayut di Senat. Sejak mengambil alih pemerintahan melalui kudeta pada 2014 lalu, sang pemimpin junta sudah menetapkan bahwa militer harus mendapatkan 250 kursi Senat.

Sejumlah kelompok pemantau menemukan banyak kecurangan yang menguntungkan Prayut. Mereka pun menyebut pemilu tersebut "tidak bebas dan adil."
Publik Thailand pun kembali terbelah dua. Satu kubu menganggap Prayut dapat membawa kestabilan politik, sementara aktivis demokrasi khawatir militer akan bertindak represif jika eks pemimpin junta itu memimpin.

"Saya pikir mereka akan terus melakukan apa yang sudah mereka lakukan lima tahun belakangan. Saya rasa pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan media akan terus berlanjut," ucap aktivis pro-demokrasi Thailand, Nuttaa Mahattana. (has)