Partai Brexit Gagal Dapat Kursi di Parlemen Inggris

CNN Indonesia | Jumat, 07/06/2019 14:10 WIB
Partai Brexit Gagal Dapat Kursi di Parlemen Inggris Kandidat Partai Brexit, Mike Greene, hanya mendapatkan 29 persen suara, kalah dari kader Partai Buruh, Lisa Forbes, yang berhasil meraup 31 persen suara. (Reuters/Simon Dawson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai populis anti-Uni Eropa, Partai Brexit, gagal mendapatkan kursi pertama di parlemen Inggris setelah kalah dalam pemungutan suara sela pada Jumat (7/6).

Sebagaimana dilansir AFP, pemungutan suara ini untuk mengisi kekosongan satu kursi parlemen setelah seorang anggota, Fiona Onasanya, terdepak karena dipenjara usai berbohong soal pelanggaran lalu lintas.
Kandidat Partai Brexit, Mike Greene, hanya mendapatkan 29 persen suara, kalah dari kader Partai Buruh, Lisa Forbes, yang berhasil meraup 31 persen suara.

Di bawah Greene, bertengger calon dari Partai Konservatif dengan perolehan suara 21 persen dan kandidat Partai Liberal Demokrat dengan 12 persen.


Hasil pemilu ini dianggap sebagai kemunduran bagi Partai Brexit yang awalnya diprediksi bakal menjadi salah satu partai kuat meski baru beberapa bulan terbentuk.
Prediksi kegemilangan Partai Brexit ini mulai terbaca dari kemenangan mereka dalam pemilu Eropa pada Mei lalu, di mana partai besutan Nigel Farage itu meraih 31,6 persen suara.

Popularitas partai ini meningkat di tengah kisruh negosiasi proses Inggris keluar dari Uni Eropa yang biasa disebut Brexit.

Kubu pemerintah Perdana Menteri Theresa May dan oposisi di Inggris masih belum mendapatkan titik temu kesepakatan yang harus dicapai dengan Uni Eropa sebelum Inggris hengkang dari blok tersebut.

Di satu sisi, May ingin Inggris tetap memiliki hubungan dagang dengan Uni Eropa ketika resmi keluar, sementara pihak oposisi mendesak agar negara mereka benar-benar memutus hubungan dengan blok tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Sejauh ini, Uni Eropa telah memperpanjang tenggat waktu bagi Inggris untuk keluar dari keanggotaan sebanyak tiga kali. Jika mengacu pada konstitusi, Inggris seharusnya rampung menyelesaikan proses Brexit sejak 29 Maret lalu.

Namun, setelah dua kali mundur, Uni Eropa memberikan Inggris lagi tenggat waktu untuk menyelesaikan Brexit hingga 31 Oktober mendatang.

Di tengah kisruh ini, May memutuskan untuk mengundurkan diri pada hari ini, Jumat (7/6), karena merasa gagal melakukan negosiasi Brexit. (has/has)