Theresa May Hari Ini Resmi Mengundurkan Diri

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 07/06/2019 14:40 WIB
Theresa May Hari Ini Resmi Mengundurkan Diri Theresa May hari ini akan secara resmi mengirimkan surat pengunduran diri sebagai pemimpin Partai Konservatif sehingga mengosongkan kursi PM Inggris. (Reuters/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini, Perdana Menteri Inggris Theresa May akan resmi mundur sebagai pemimpin Partai Konservatif yang berarti posisi Perdana Menteri pun akan digantikan orang lain.

May masih akan menjabat sebagai PM hingga partai mendapatkan pimpinan baru yang diperkirakan terjadi pada akhir Juli. Namun, May telah meletakkan kendali atas proses Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Inggris dijadwalkan merampungkan proses Brexit pada 31 Oktober 2019, tapi hingga saat ini proyek yang kerap diejek-ejek rival May ini masih mengalami kebuntuan di parlemen Uni Eropa.

May sendiri menjabat sebagai PM Inggris setelah referendum Inggris keluar dari UE berlangsung pada pertengahan 2016 silam. Masa pemerintahannya diisi oleh negosiasi-negosiasi untuk menuntaskan proses Brexit.

Kini tugas itu jatuh ke tangan penggantinya.


Terhitung 11 anggota Partai Konservatif akan berlomba untuk mengisi kursi May, termasuk di antaranya mantan Menteri Luar Negeri Boris Johnson. Diperkirakan beberapa nama bakal keluar sebelum Senin (10/6), saat batas waktu pencalonan berakhir.

Siapapun yang terpilih hanya punya waktu beberapa bulan sebelum tenggat waktu Brexit. Ia hanya memiliki dua opsi, yakni meneruskan rencana May yakni menunda Brexit lagi, atau memutuskan hubungan dengan Uni Eropa tanpa perjanjian sama sekali.

Belum lagi para penantang harus berhadapan dengan tekanan dari Nigel Farage, pemimpin Partai Brexit yang skeptis terhadap konsep Uni Eropa, yang semakin mendapatkan dukungan di masyarakat Inggris.

Johnson yang juga mengampanyekan Brexit pada referendum 2016 adalah salah satu kandidat yang siap untuk membawa Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan.

Namun Menteri Lingkungan Hidup yang juga salah satu kandidat kuat pengganti May, Michael Gove, terbuka pada opsi menunda Brexit.

Sementara itu, Jeremy Hunt yang juga Menteri Luar Negeri Inggris saat ini, mengatakan bahwa pergi dari Uni Eropa tanpa kesepakatan adalah tindakan bunuh diri.

May akan menyerahkan jabatan dengan suatu surat pengunduran diri untuk Partai Konservatif pada Jumat ini, tapi tidak ada acara apapun yang dijadwalkan untuk menandai peristiwa ini.

Hingga pemimpin baru terpilih, May akan tetap pada posisinya sebagai orang nomor satu di pemerintahan Inggris.

"Dia tetap perdana menteri selama beberapa minggu," kata juru bicara May mengutip dari AFP.

Dia menambahkan May akan fokus pada isu domestik tanpa bersentuhan lagi dengan hal-hal yang berurusan dengan Brexit.
(els/vws)