Mendiang Saudara Tiri Pemimpin Korut Disebut Informan CIA

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 10:15 WIB
Mendiang Saudara Tiri Pemimpin Korut Disebut Informan CIA Mendiang Kim Jong-nam. (Joongang Ilbo/News1 via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dilaporkan merupakan salah satu informan Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA). Kim Jong-nam tewas diduga dibunuh dalam operasi mata-mata di Bandara Internasional Kuala Lumpur saat menunggu penerbangan menuju Macau pada Februari 2017 lalu.

Mengutip sumber anonim yang diklaim "mengetahui masalah ini", The Wall Street Journal melaporkan Kim Jong-nam cukup sering berinteraksi dengan CIA meski relasi antara keduanya masih belum begitu jelas.

"Ada sebuah hubungan (nexus) antara CIA dan Kim Jong-nam," bunyi laporan The Wall Street Journal mengutip sumber anonim tersebut, Selasa (11/6).


Peran Kim Jong-nam sebagai informan CIA juga disebutkan dalam sebuah buku baru tentang Kim Jong-un berjudul "The Great Successor" karya seorang reporter The Washington Post, Anna Fifield, yang rilis hari ini.
Mengutip sumber dengan pengetahuan intelijen terkait hal ini, Fifield mengatakan dalam bukunya bahwa Kim Jong-nam cukup sering bertemu dengan sejumlah penasihatnya di Singapura dan Malaysia.

Buku itu juga menceritakan bahwa rekaman CCTV dalam perjalanan terakhir Kim Jong-nam ke Malaysia sebelum tewas menunjukkan dia berada di elevator bersama seorang pria berwajah Asia. Pria tersebut dilaporkan merupakan seorang agen mata-mata AS.

Ransel yang disebut dibawa Kim Jong-nam dalam momen itu dilaporkan berisi uang US$120 ribu yang diperkirakan merupakan upah terkait aktivitas intelijen atau penghasilan dari bisnis kasino-nya.

The Wall Street Journal memaparkan Kim Jong-nam juga melakukan perjalanan terakhirnya ke Malaysia pada Februari 2017 lalu itu untuk bertemu dengan koneksi CIA-nya. Meski begitu, pertemuan itu bukan menjadi satu-satunya alasan Kim Jong-nam melawat ke Negeri Jiran saat itu.

Reuters belum bisa mengonfirmasi kabar ini kepada pihak-pihak yang disebut. CIA juga menolak mengomentari laporan The Wall Street Journal.
Meski begitu, sejumlah mantan pejabat AS yang ikut ditanyai soal ini merasa ragu apakah Kim Jong-nam mampu memberikan informasi detail terkait rezim adiknya tersebut kepada CIA. Sebab, Kim Jong-nam diketahui sudah lama mengasingkan diri ke luar negeri.

"Beberapa mantan pejabat AS mengatakan saudara tiri Kim Jong-un, yang telah tinggal di luar Korea Utara selama bertahun-tahun dan tidak memiliki basis kekuatan di Pyongyang, tidak mungkin bisa memberikan rincian informasi negara itu," papar koran tersebut.

Para eks pejabat AS itu mengatakan Kim Jong-nam hampir pasti berkomunikasi dengan sejumlah lembaga keamanan negara lain, terutama China.

Kim Jong-nam tewas tak lama setelah dua perempuan asing mengusapkan cairan ke wajahnya saat menunggu di terminal 2 keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.

[Gambas:Video CNN]

Kedua perempuan itu merupakan Siti Aisyah, warga Indonesia, dan Doan Thi Huong asal Vietnam. Keduanya sempat ditahan dan menjalani proses hukum selama dua tahun di Malaysia.

Kedua perempuan itu dituduh membunuh Kim Jong-nam dengan mengusapkan racun saraf VX ke wajahnya. Namun, akibat kurangnya bukti, Malaysia akhirnya membebaskan Siti pada Maret lalu, disusul Doan pada Mei.

Selama ini AS dan Korea Selatan menuduh otoritas Korut yang memerintahkan pembunuhan Kim Jong-nam. Namun, Pyongyang berkeras membantah tuduhan itu. (rds/ayp)