Seperti dilansir Associated Press, Selasa (11/9), Komisi Pemilihan Umum Kazakhstan menyatakan Tokayev unggul dengan meraih suara 70,76 persen. Sedangkan pesaingnya, Amirzhan Kosanov, mendapatkan 16,2 persen suara.
Tokayev yang menggantikan Nazarbayev sebagai presiden sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat kepolisian Kazakhstan juga bersikap represif terhadap para demonstran damai yang menolak Tokayev yang mengikuti pemilihan presiden. Sekitar seratus orang dibekuk oleh polisi.
Di sisi lain, pendukung Kosanov juga kecewa karena unggulan mereka terlalu santun dalam berkampanye. Padahal kelompok oposisi sudah mengkampanyekan gerakan Kazakhstan Bangkit untuk menggalang dukungan menentang rezim Nazarbayev.
Ekonomi negara yang belum bisa sepenuhnya pulih dari fenomena penurunan harga minyak pada 2014 juga disebut sebagai salah satu faktor pendorong Nazarbayev mundur. Minyak memang salah satu sumber pendapatan utama negara di Asia Tengah itu. (ayp/ayp)