Polisi Hong Kong Tambah Personel Bersiap Hadapi Demo Lanjutan

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 20:32 WIB
Polisi Hong Kong Tambah Personel Bersiap Hadapi Demo Lanjutan Anggota Kepolisian Hong Kong saat membubarkan demo menolak RUU Ekstradisi. (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Hong Kong dilaporkan mulai menambah personel untuk menghadapi aksi unjuk rasa lanjutan menolak Rancangan Undang-Undang Ekstradisi pada Rabu (12/6) besok. Menurut laporan, massa demonstran akan mulai berkumpul sejak Selasa (11/6) malam.

Seperti dilansir Associated Press, anggota dewan Hong Kong bakal melanjutkan pembahasan RUU Ekstradisi itu pada esok hari. Jika tidak menemui kesepakatan, maka akan dilakukan jajak pendapat pada akhir Juni.
Lebih dari seratus pebisnis di Hong Kong mengizinkan karyawannya untuk mengikuti demonstrasi menolak pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi

Gerakan ini mulai ramai menjadi perbincangan ketika para pebisnis menggaungkan tagar #612strike dalam bahasa lokal di berbagai jejaring sosial untuk menunjukkan dukungan mereka atas aksi pada 12 Juni besok.


Saat ini, Hong Kong memang tengah menggodok aturan yang memungkinkan proses ekstradisi ke manapun, termasuk China.

Proposal aturan ini menyulut amarah warga setempat karena khawatir akan sistem pengadilan China yang kerap bias dan dipolitisasi.
Amarah publik memuncak hingga ratusan ribu warga menggelar unjuk rasa besar-besaran yang berujung ricuh pada Minggu (9/6).

Namun, pemimpin Hong Kong yang pro-Beijing, Carrie Lam, memastikan bahwa pemerintahannya tidak akan membatalkan pembahasan RUU ekstradisi tersebut. Lam bahkan memastikan parlemen akan kembali membahas RUU ini dalam rapat pada Rabu.

Anggota legislatif Hong Kong mengatakan RUU itu tak memberikan jaminan bagi narapidana yang diekstradisi agar mendapatkan proses persidangan adil.

Sejumlah pemrotes menganggap RUU itu semakin merampas kebebasan mereka, terutama dalam menghadapi pemerintahan komunis China yang selama ini membungkam para pendukung demokrasi dan kemerdekaan Hong Kong.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)