Ratusan Ribu Warga Hong Kong akan Turun ke Jalan Hari Ini

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 16/06/2019 11:55 WIB
Ratusan Ribu Warga Hong Kong akan Turun ke Jalan Hari Ini Jalanan Hong Kong akan kembali dipenuhi demonstran, yang pada aksi sebelumnya berakhir bentrok. (REUTERS/James Pomfret)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan ribu orang diprediksi akan kembali turun ke jalan untuk menuntut pemimpin Hong Kong Carrie Lam mundur dari posisinya Minggu (16/6) sore nanti.

Protes itu akan tetap digelar meski Lam telah memutuskan menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi. Aksi itu bakal menjadi pengulangan dari unjuk rasa besar-besaran pada Minggu lalu (9/6).

Meski penggerak massa mengklaim satu juta orang turun ke jalan, polisi mencatat terdapat 240 ribu massa peserta aksi.



Pada aksi kali ini, penggerak massa tetap menyebut lebih dari satu juta orang akan muncul untuk menentang RUU Ekstradisi dan menuntut Lam mundur.

"Kelompok pro-demokrasi tidak akan berhenti pada titik ini, mereka ingin membangun momentum melawan Carrie Lam. Mereka akan menjaga momentum ini tetap panas," kata pengamat politik Willy Lam kepada AFP.

Rencananya, pada unjuk rasa kali ini, para demonstran akan berkumpul dan berbaris di taman pusat kota menuju parlemen Hong Kong.

Selain itu, massa juga meminta polisi untuk membatalkan tuduhan terhadap siapa pun yang ditangkap karena kerusuhan dan pelanggaran lainnya usai aksi sebelumnya. Pada aksi yang sigelar Rabu (12/6) lalu itu, bentrokan antara massa dan polisi memang terjadi.


Polisi pun telah bersiap mengamankan aksi kali ini.

Hong Kong memang 'panas' sepekan terakhir. Ratusan ribu orang sudah turun ke jalanan, berunjuk rasa karena pemerintah Hong Kong menggodok RUU ekstradisi beberapa waktu lalu. RUU itu memungkinkan otoritas Hong Kong mengirimkan narapidana untuk diadili di negara lain, termasuk ke China.

Beleid ini menyulut amarah warga Hong Kong karena khawatir akan sistem pengadilan China yang kerap bias dan dipolitisasi. RUU itu juga tidak memberi jaminan bagi narapidana yang diekstradisi akan mendapatkan proses persidangan yang adil.

Demonstrasi ini dinilai sebagai protes dan krisis politik terbesar di Hong Kong sejak Inggris menyerahkan negara itu kepada China pada 1997 silam. (ptj/rsa)