Diundang Kim Jong-un, Xi Jinping Akan ke Korut Jelang KTT G20

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 09:58 WIB
Diundang Kim Jong-un, Xi Jinping Akan ke Korut Jelang KTT G20 Presiden China, Xi Jinping, akan ke Korut untuk memenuhi undangan Kim Jong-un pada Kamis (20/6), sepekan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Jepang. (CCTV via Reuters TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden China, Xi Jinping, dilaporkan akan mengunjungi Korea Utara untuk memenuhi undangan Kim Jong-un pada Kamis (20/6), sepekan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Jepang.

Kantor penyiaran publik China, CCTV, melaporkan bahwa Xi akan berada di Pyongyang selama dua hari pada 20-21 Juni mendatang.

Lawatan Xi pekan ini merupakan yang pertama dilakukan pemimpin China dalam 14 tahun terakhir. Terakhir kali, Presiden China Hu Jintao mengunjungi Korut pada 2005 lalu.


Xi sebenarnya pernah mengunjungi Korut pada 2008 lalu. Namun, saat itu ia menjabat sebagai wakil presiden.
Sementara itu, Kim Jong-un sendiri telah mengunjungi Beijing empat kali dalam satu tahun terakhir.

"Pertemuan antara kedua pemimpin selama satu tahun terakhir membuka lembaran baru dalam relasi Korut-China," ujar seorang pejabat China, Song Tao, seperti dilansir kantor berita Xinhua, Selasa (18/6).

Menurut laporan Xinhua itu, selain masalah bilateral, Xi dan Kim Jong-un juga akan bertukar pandangan terkait isu di Semenanjung Korea "dengan harapan dapat mencapai kemajuan dalam mempromosikan penyelesaian politik."
Persiapan logistik pertemuan Xi dan Kim Jong-un sendiri sudah difinalisasi bulan lalu.

Dalam beberapa hari terakhir, ratusan tentara dan pekerja Korut terus mendekorasi Menara Persahabatan di Pyongyang, memangkas semak-semak, dan menanam kembali bunga-bunga di dekat monumen tersebut jelang lawatan Xi. 

Monumen itu dibuat untuk memperingati jasa China di bawah kepemimpinan Mao Zedong yang mengirimkan jutaan pasukannya ke Korea untuk menyelamatkan kakek Kim Jong-un, Kim Il-Sung, saat Perang Korea.

[Gambas:Video CNN]

Pengamanan ketat juga terlihat di Museum Pembebasan Perang, di mana sekelompok detasemen tentara berjaket putih terlihat berjaga di depan bangunan yang kemungkinan juga akan dikunjungi Xi.

Korut dan China terus memperkuat relasi bilateral selama beberapa tahun terakhir, meski Beijing sempat mendukung serangkaian sanksi internasional dari PBB karena ambisi senjata nuklir Pyongyang.

Pengamat menganggap pertemuan Xi dengan Kim Jong-un meningkatkan pengaruh China terhadap Korut.

Sejumlah analis menganggap lawatan ini bisa memperkuat nilai tawar China menjelang pertemuan dengan Trump di sela KTT G20 pada 28-29 Juni nanti. Keduanya dikabarkan akan mendiskusikan masalah perang dagang yang masih terjadi antara AS-China. (rds/has)