Turki Buru 128 Tentara Diduga Jaringan Musuh Presiden Erdogan

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 03:50 WIB
Turki Buru 128 Tentara Diduga Jaringan Musuh Presiden Erdogan Cendekiawan Turki yang dituduh dalang upaya kudeta 2016, Fethullah Gulen. (REUTERS/Greg Savoy/Reuters TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Turki sampai saat ini terus memburu orang-orang yang dituduh masuk dalam jaringan cendekiawan Fethullah Gulen yang diduga menjadi dalang percobaan kudeta pada 2016 lalu. Mereka dilaporkan memerintahkan menangkap 128 tentara yang diduga hendak mengkudeta Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/6), anggota kepolisian memburu setengah dari para tersangka di Provinsi Izmir. Sedangkan sisanya disebut bersembunyi di 30 provinsi lainnya.
Pemerintah Turki menuduh para tentara itu adalah pendukung Gulen yang kini berada di Amerika Serikat. Gulen yang dituding sebagai dalang upaya kudeta menyangkal tuduhan itu.

Pada Mei lalu, pemerintah Turki dilaporkan menangkap 249 staf kementerian luar negeri karena terindikasi menjadi pendukung Gulen. Menurut informasi, sebanyak 79 tersangka sudah ditangkap dalam operasi yang dilakukan di 43 provinsi.


Turki gencar melakukan pemecatan dan penangkapan orang-orang yang dituduh terlibat dan berhubungan dengan Gulen setelah upaya kudeta gagal pada Juli 2016.
Lebih dari 77 ribu orang ditahan Turki sejak upaya kudeta gagal terjadi, sebagian dari mereka ditangkap tanpa melalui proses hukum yang jelas. Sedangkan 150 ribu pegawai negeri sipil, tentara, dan sejumlah staf lembaga negara lainnya dipecat atau dirumahkan terkait hal itu.

Sejumlah kelompok pegiat hak asasi manusia di Turki yang pro Barat menuduh Erdogan menyalahgunakan kewenangan dengan menggunakan dalih terindikasi upaya makar untuk menghabisi lawan politiknya.

Akan tetapi, pemerintah Turki beralasan sengaja mengambil kebijakan itu sebagai upaya pencegahan ancaman dan menumpas jaringan Gulen di negara itu.

Fethullah Gulen merupakan mantan sekutu Presiden Recep Tayyip Erdogan yang mengasingkan diri di AS sejak 1999.

[Gambas:Video CNN]

Gulen membentuk organisasi yang dikenal sebagai FETO. Mereka dituding menjadi dalang di balik percobaan pembunuhan Erdogan dan kudeta di Turki empat bulan lalu. Organisasi itu juga dicap sebagai kelompok teroris oleh Turki. (ayp/ayp)