FOTO: Diterjang Gelombang Panas di India

AFP - Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 11:59 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Musim kemarau ekstrem terjadi di India. Suhu pada siang hari bisa menyentuh 51 derajat Celcius, menyebabkan puluhan orang meninggal.

Sejumlah wilayah di India tahun ini kembali diterpa gelombang panas dan memicu penyebaran penyakit mengakibatkan puluhan korban meninggal. (Photo by SAM PANTHAKY / AFP)
Sebagian besar wilayah India Utara dalam dua minggu terakhir mengalami panas terik dengan suhu dapat mencapai 50 derajat Celcius. (Photo by Prakash SINGH / AFP)
Situasi ini diduga terjadi sebagai dampak pemanasan global, kepadatan penduduk dan berkurangnya kawasan hijau. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
Fenomena gelombang panas yang terjadi di India terjadi sebagai akibat posisi matahari yang tengah berada di sisi utara Bumi. (Photo by ARUN SANKAR / AFP)
Secara umum gelombang panas berlangsung selama satu hingga dua hari, kemudian suhu akan kembali normal. Namun, di India gelombang panas berlansung lebih dari dua hari hingga menyebabkan korban jiwa. (Photo by ARUN SANKAR / AFP)
Gelombang panas yang terjadi dalam durasi lama memengaruhi kondisi tubuh hingga membuat tidak prima. (Photo by Himanshu SHARMA / AFP)
Cuaca panas membuat tubuh mengalami dehidrasi hingga menyerang ke kepala dan membuat sistem imun tubuh menurun. (REUTERS/P. Ravikumar)
Pemerintah India kini bersiap menghadapi gelombang panas, juga memberikan latihan kepada petugas medis untuk mengetahui gejala penyakit akibat pemanasan global. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
Gelombang panas merambat dari wilayah dengan tekanan udara tinggi ke tekanan rendah, sekaligus membawa aliran udara yang sangat kering dan juga panas sampai ke atas permukaan tanah. (Photo by ARUN SANKAR / AFP)
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gelombang panas yang melanda India tidak dapat terjadi di Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki pola cuaca yang berbeda. (REUTERS/Prashant Waydande)
Gelombang panas ini kerap terjadi di India pada periode April hingga Juni. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
Kelompok paling rentan terhadap gelombang panas adalah tunawisma, karena mereka kesulitan mengakses air bersih dan tempat berteduh. (Photo by Money SHARMA / AFP)