Netanyahu Pastikan Israel Hadir di Forum Ekonomi Bahrain

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 10:46 WIB
Netanyahu Pastikan Israel Hadir di Forum Ekonomi Bahrain Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (REUTERS/Dan Balilty)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan perwakilan negaranya kan hadir dalam forum ekonomi yang diusulkan Amerika Serikat di Bahrain pekan depan. Palestina sampai saat menolak hadir karena kegiatan itu dianggap hanya menguntungkan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu pada Selasa (18/6) dalam sebuah acara di Tel Aviv.
"Sebuah konferensi penting akan segera diadakan di Bahrain dan Israel pasti akan ikut berpartisipasi," ujar Netanyahu, seperti dilansir Reuters, Kamis (20/6).

Netanyahu menambahkan, "Kami menyambut upaya Amerika untuk memberikan solusi regional demi masa depan yang lebih baik."


Di hari yang sama, media juga melaporkan bahwa Israel hanya akan diwakili oleh pemimpin lembaga usaha.

Menteri Luar Negeri Israel, Yisrael Katz, sebelumnya telah menginformasikan akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Konferensi yang dijadwalkan pada 25 dan 26 Juni di Manama, Bahrain ini digagas oleh pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, sebagai bagian dari rencana perdamaian terkait konflik Israel dan Palestina.
Pertemuan ini dipelopori oleh menantu presiden Trump, Jared Kushner. Dirinya telah lama merencanakan agar forum ini terlaksana, tetapi Palestina menolaknya karena yakin hanya akan memihak kepada Israel.

Pemimpin Palestina juga mengatakan pihaknya akan memboikot forum usulan AS tersebut. Sejumlah pelaku usaha terkemuka Palestina pun menolak undangan AS itu.

Rencana pertemuan ini bertujuan untuk memberikan peluang ekonomi bagi Palestina, tetapi Kushner mengisyaratkan AS tidak akan mendukung desakan komunitas internasional untuk membentuk negara Palestina.

Sementara itu, Uni Arab Emirat dan Arab Saudi telah mengumumkan keikutsertaannya dalam forum tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Gedung Putih juga melaporkan bahwa Mesir, Yordania dan Maroko sepakat untuk hadir, meskipun hingga kini ketiga negara itu belum mengkonfirmasi keikutsertaan mereka.

Palestina sebelumnya telah memboikot pemerintahan AS sejak Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Desember 2017 lalu.

Mereka menganggap bagian timur kota itu sebagai ibukota negara mereka di masa mendatang. (ajw/ayp)