Trump Mulai Kampanye Pilpres AS 2020, Janjikan Ekonomi Kuat

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 18:37 WIB
Trump Mulai Kampanye Pilpres AS 2020, Janjikan Ekonomi Kuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Chris Keane)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petahana Donald Trump memulai kampanye politik menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 di Orlando, Florida, pada Selasa (18/6). Dia membidik periode kedua pemerintahannya memimpin Negeri Paman Sam dengan menjanjikan pertumbuhan ekonomi dan memperjuangkan kelas pekerja.

Orlando, Florida, disebut sebagai salah satu daerah basis utama pendukung Trump. Presiden AS ke-45 itu diprediksi akan mendapat dukungan besar dalam kampanye perdananya itu.
Penyelenggara mengklaim tiket kampanye 20 ribu kursi ludes terjual. Para pendukung Trump yang tak kebagian juga diprediksi tetap menonton kampanye melalui layar lebar di luar stadion.

Trump mengklaim jumlah pendukung kampanyenya kali ini akan menciptakan rekor baru.


"Sepertinya akan membuat rekor," kicau Trump melalui Twitternya.
Setelah lebih dari dua tahun penuh drama di Gedung Putih, Trump meyakini pertumbuhan ekonomi kuat dan janjinya memperjuangkan pekerja kerah biru bisa membawanya memenangkan pemilu 2020 mendatang.

"Anda selalu setia kepada bangsa ini dan akhirnya Anda memiliki presiden yang setia kepada Anda," ucap Trump dalam video kampanye terbarunya seperti dilansir AFP.

Sementara itu, Trump diprediksi akan menghadapi saingan cukup berat dari para politikus Partai Demokrat yang bersumpah ingin mengalahkannya dalam gelaran pesta demokrasi nanti.
Selama ini, Trump juga masih dirundung risiko untuk dimakzulkan (impeachment), di mana sebagian politikus Demokrat dan minoritas politikus Republik di Kongres menginginkannya mundur.

Jika Trump ingin menang, ia disebut harus merangkul semua tokoh politik dari basis suaranya untuk kembali memilihnya dalam pemilu nanti.

"Cara dia (Trump) memandang ini (pemilu), ini telah berjalan dengan cantik pada 2016 lalu ketika hampir seluruh orang salah prediksi. Jadi, dia akan mengikuti cara dan nalurinya yang sama dan (meyakini) bahwa dia akan menang lagi," papar ahli politik AS dari Universitas Virginia, Larry Sabato.

[Gambas:Video CNN] (rds/ayp)