Trump Kecam Iran Usai tembak Drone AS

CNN Indonesia | Jumat, 21/06/2019 11:20 WIB
Trump Kecam Iran Usai tembak Drone AS Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Jonathan Drake)
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump memperingatkan Iran telah membuat "kesalahan besar" dengan menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone milik Amerika Serikat. Hal ini membuat perseteruan kedua negara semakin meruncing.
"Mereka (Iran) membuat kesalahan yang sangat besar. Negara ini tidak akan membiarkan itu, saya beri tahu Anda," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (20/6).
Pernyataan itu diutarakan Trump setelah angkatan bersenjata Iran, Korps Garda Revolusi (IRGC), menyatakan telah menembak jatuh drone pengintai RQ-4 Global Hawk di selatan Provinsi Hormozgan, tepatnya di dekat distrik Kouhmobarak.
Melalui situsnya, IRGC menyatakan drone itu ditembak karena telah memasuki wilayah udara Iran.
Pesawat tak berawak itu mampu beroperasi selama 30 jam lebih untuk mengumpulkan gambar citra satelit dengan resolusi tinggi dalam setiap keadaan cuaca.
Kementerian Pertahanan AS mengecam "serangan tidak beralasan di wilayah udara internasional" itu. Washington mengklaim drone mereka terbang sekitar 34 kilometer dari titik terdekat Iran ketika ditembak jatuh.
Namun, Iran bersumpah akan membawa insiden ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membuktikan bahwa AS "berbohong".
"Kami akan membawa agresi baru ini ke PBB dan menunjukkan bahwa AS berbohong soal klaimnya menerbangkan drone itu di wilayah udara internasional," kicau Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif melalui Twitternya.
"AS telah menerapkan kebijakan terorisme ekonomi (sanksi) terhadap Iran dan sekarang berusaha melanggar batas wilayah kami. Kami tidak berniat perang, tetapi akan dengan gigih mempertahankan langit, tanah, dan perairan kami," paparnya menambahkan seperti dikutip AFP.
Ketegangan antara Iran dan AS terus memanas dalam beberapa bulan terakhir terutama setelah insiden sabotase dua kapal tanker Arab Saudi di Teluk Oman pada pekan lalu dan empat kapal tanker Saudi di perairan lepas Uni Emirat Arab pada 12 Mei lalu.
AS dan sekutunya di Timur Tengah, Saudi, menyalahkan Iran atas kedua insiden tersebut. Teheran membantah telah bertanggung jawab atas sabotase itu.
Sejak ketegangan kedua negara memanas, AS telah mengirim pasukan tambahan, termasuk kapal induk dan dua pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah.
Meski begitu, Trump menegaskan Negeri Paman Sam tak berniat untuk berperang dengan Iran.
Namun, pengkritik Trump menilai kebijakan kerasnya terhadap Iran seperti penjatuhan sanksi, pengabaian perjanjian nuklir, hingga pengerahan pasukan tambahan ke Timur Tengah, membuat peluang perang di antara keduanya semakin besar.



(rds/ayp)