FOTO : Rudal S-400, Disukai Turki Dijauhi Amerika Serikat

AFP, REUTERS, CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 01:25 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kecepatan rudal ini bisa mencapai 4,8 kilometer per detik, dan mampu mendeteksi sasaran sejauh 600 kilometer. Disebut sebagai sistem pertahanan udara terbaik.

Sistem rudal pertahanan udara buatan Rusia, S-400, menjadi pemicu perselisihan Turki dan Amerika Serikat. Turki yang merupakan anggota NATO berkeras membeli alutsista itu. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Sistem rudal ini dikembangkan pada 1990-an oleh perusahaan senjata, Almaz, sebagai pemutakhiran generasi S-300 dan mulai digunakan Rusia pada 2007. (REUTERS/Tatyana Makeyeva)
Pada 2017, majalah The Economist menyatakan S-400 adalah sistem pertahanan udara terbaik. Klaim itu dikuatkan oleh peneliti alutsista senior, Siemon Wezeman. (REUTERS/Tatyana Maleyeva)
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan akan tetap melanjutkan pembelian rudal S-400 demi pertahanan dan menjaga kedaulatan. Di sisi lain, AS mengancam membatalkan kontrak pembelian 100 jet tempur F-35 jika Turki tetap membeli rudal itu. (REUTERS/Vitaly Nevar/File Photo)
Amerika Serikat bahkan sudah menghentikan program latihan untuk pilot-pilot jet tempur Turki untuk menerbangkan F-35. AS juga mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Turki. (Alexander NEMENOV / AFP)
AS beralasan kelemahan jet tempur F-35 mereka bisa diketahui jika diuji bersama dengan rudal S-400 oleh Turki. Mereka juga khawatir rahasia jet mutakhir itu bisa jatuh ke tangan Rusia. (Paul GYPTEAU / AFP)
AS menyatakan khawatir Rusia bisa mencuri data jet siluman itu. Jika itu terjadi maka Rusia bisa memperbaiki kemampuan jelajah dan akurasi rudal S-400. (KIRILL KUDRYAVTSEV / AFP)
AS sebenarnya juga menawarkan sistem pertahanan udara rudal Patriot kepada Turki. Namun, Turki nampaknya lebih kepincut dengan performa rudal S-400. (STR / POOL / AFP)