Iran Langgar Pakta Nuklir, PM Israel Desak Eropa Beri Sanksi

CNN Indonesia | Selasa, 02/07/2019 20:05 WIB
PM Israel, Benjamin Netanyahu, mendesak Eropa menjatuhkan sanksi atas Iran karena melakukan pengayaan uranium hingga melebih batas  dalam kesepakatan nuklir. PM Israel, Benjamin Netanyahu, mendesak Eropa menjatuhkan sanksi atas Iran karena melakukan pengayaan uranium hingga melebih batas dalam kesepakatan nuklir. (Sebastian Scheiner/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendesak negara-negara Eropa untuk menjatuhkan sanksi atas Iran karena melakukan pengayaan uranium hingga melebih batas yang ditentukan dalam kesepakatan nuklir pada 2015 lalu.

"Kalian sendiri berkomitmen untuk segera bertindak ketika Iran melanggar kesepakatan nuklir. Jadi saya berkata kepada kalian, lakukan. Lakukanlah," ujar Netanyahu sebagaimana dikutip AFP, Senin (1/7).
Pernyataan ini dilontarkan tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, mengklaim bahwa negaranya sudah memperkaya uranium hingga melebihi batas yang ditentukan dalam perjanjian nuklir JCPOA.

"Iran sudah melebihi batas 300 kilogram yang ditentukan," ujar Zarif seperti dilansir kantor berita ISNA.


Zarif mengatakan bahwa dunia seharusnya tidak terkejut karena Iran sudah mewanti-wanti soal pengayaan uranium ini sejak Mei lalu.
Pada 8 Mei lalu, Presiden Hassan Rouhani untuk pertama kalinya melontarkan ancaman bakal melanjutkan pengayaan uranium jika pihak-pihak peneken kesepakatan nullir tak membela Iran dari dera sanksi AS.

Melalui pidato di stasiun televisi nasional Rouhani melontarkan langsung ancaman tersebut kepada negara-negara yang menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA itu, yakni Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia.

Perjanjian yang digagas di era Barack Obama itu menyepakati bahwa negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran. 

Sebagai timbal balik, Iran harus menyetop segala bentuk upaya pengembangan senjata rudal dan nuklirnya, termasuk pengayaan uranium.

[Gambas:Video CNN]

Namun, di bawah komando Presiden Donald Trump, AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir itu pada Mei 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.

Di tengah kemelut ini, Iran mendesak semua pihak penandatangan JCPOA untuk tetap mempertahankan kesepakatan itu.

"Israel tak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir. Saya juga mendesak semua negara Eropa, pegang teguh komitmen kalian," ucap Netanyahu.

Menutup pernyataannya, Netanyahu kembali mengingatkan, "Kalian berkomitmen untuk mengaktifkan mekanisme sanksi otomatis oleh Dewan Keamanan PBB." (has/has)