"Kalian sendiri berkomitmen untuk segera bertindak ketika Iran melanggar kesepakatan nuklir. Jadi saya berkata kepada kalian, lakukan. Lakukanlah," ujar Netanyahu sebagaimana dikutip AFP, Senin (1/7).
"Iran sudah melebihi batas 300 kilogram yang ditentukan," ujar Zarif seperti dilansir kantor berita ISNA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui pidato di stasiun televisi nasional Rouhani melontarkan langsung ancaman tersebut kepada negara-negara yang menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA itu, yakni Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia.
Perjanjian yang digagas di era Barack Obama itu menyepakati bahwa negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran.
Sebagai timbal balik, Iran harus menyetop segala bentuk upaya pengembangan senjata rudal dan nuklirnya, termasuk pengayaan uranium.
[Gambas:Video CNN]
Namun, di bawah komando Presiden Donald Trump, AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir itu pada Mei 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.
Di tengah kemelut ini, Iran mendesak semua pihak penandatangan JCPOA untuk tetap mempertahankan kesepakatan itu.
"Israel tak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir. Saya juga mendesak semua negara Eropa, pegang teguh komitmen kalian," ucap Netanyahu.
Menutup pernyataannya, Netanyahu kembali mengingatkan, "Kalian berkomitmen untuk mengaktifkan mekanisme sanksi otomatis oleh Dewan Keamanan PBB." (has)