Diduga Teroris ISIS, Tiga Wanita Perancis Ditahan di Turki

CNN Indonesia | Jumat, 05/07/2019 12:03 WIB
Diduga Teroris ISIS, Tiga Wanita Perancis Ditahan di Turki Ilustrasi ISIS. (Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga wanita Perancis yang diduga anggota kelompok teroris ISIS bersama sembilan anak-anak ditahan otoritas Turki ketika mencoba masuk ke negara itu dari Suriah, Kamis (4/7).

Ketiga perempuan yang berinisial JC, CA, dan MD itu disebut buronan Interpol. Otoritas Turki menangkap mereka di perbatasan Provinsi Kilis, Turki, dengan Suriah.

Sumber keamanan Turki mengatakan kepada AFP bahwa JC merujuk pada Jennifer Clain, yang merupakan keponakan dari Fabien dan Jean-Michel Clain bersaudara. 

Fabien dan Jean-Michel disebut bertanggung jawab atas serangan teror di kelab malam Bataclan dan sejumlah lokasi lainnya di Paris, Perancis, pada November 2015 lalu.


JC diketahui menikah dengan Kevin Gonot, seorang warga Perancis yang dihukum mati di Irak pada Mei lalu karena keterlibatannya dengan ISIS.

Selain ketiga perempuan itu,kantor berita Anadolu memaparkan otoritas Turki telah menahan 12 orang lainnya yang diduga terlibat ISIS dan mencoba masuk negara tersebut dari Suriah.

Belasan orang itu disebut telah dipindahkan ke penahan imigrasi untuk menunggu proses deportasi keluar Turki.

Sejak konflik sipil Suriah mulai bergolak pada 2011 lalu, Turki telah menjadi salah satu jalur masuk bagi warga asing yang ingin bergabung menjadi pejuang kelompok-kelompok militan di sana.

Sempat dituduh menutup mata terhadap masalah ini, Ankara lantas memperketat kontrol perbatasannya dengan Suriah. 

Turki juga telah menangkap dan mengekstradisi ratusan pejuang ISIS yang keluar masuk wilayahnya dari dan menuju Suriah. Kontrol tersebut terus diperketat setelah rentetan serangan teror yang menimpa Turki dalam beberapa tahun terakhir.

[Gambas:Video CNN]
(rds/dea)