ISIS Klaim Anggotanya Tikam Polisi di Chechnya

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 21:48 WIB
ISIS Klaim Anggotanya Tikam Polisi di Chechnya Ilustrasi ISIS. (Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan penikaman terhadap seorang polisi di dekat kediaman pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, pada Minggu (23/6) kemarin. Hal ini menjadi serangan ke sekian kali di wilayah Rusia itu.

Seorang pria dilaporkan menikam seorang perwira polisi dan seorang perwira pengawal nasional di dekat kediaman Kadyrov, pemimpin daerah otonomi Chechnya.
Sebelum melakukan penikaman, pelaku dikabarkan sempat dihentikan petugas saat mengemudi di dekat kediaman Kadyrov.

Dilansir AFP, Senin (24/6), kepolisian mengidentifikasi pelaku sebagai warga Chechnya kelahiran 1997. Pria tersebut ditembak mati oleh polisi tak lama setelah melakukan aksinya.


Sementara itu perwira polisi yang terluka saat ini cedera serius meski tidak mengancam jiwa.

Menurut situs intelijen pemantau aktivitas kelompok ekstremis di seluruh dunia, SITE, ISIS mengklaim serangan tersebut dengan mengeluarkan pernyataan pada Minggu malam.
"Penyerang berhasil mencapai pintu markas Ramzan Kadyrov," bunyi pernyataan ISIS.

ISIS mengklaim penyerang juga melukai beberapa petugas kepolisian di lokasi kejadian dengan senapan mesin.

Chechnya dan wilayah tetangganya, Dagestan, merupakan dua wilayah rawan kelompok militan di Rusia. Hingga kini, otoritas Rusia masih berjuang melawan gerakan separatis di kedua wilayah itu.

Banyak anggota kelompok pemberontak di kedua wilayah tersebut diketahui telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak.
Sekitar Juni 2015, ISIS bahkan mendeklarasikan pembentukan "sebuah provinsi" di wilayah Kaukasus, Rusia itu hingga memicu kekhawatiran terkait potensi menguatnya terorisme dan radikalisme di wilayah itu.

ISIS juga sudah mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Dagestan dalam beberapa tahun terakhir. (rds/ayp)