AS dan Taliban sebelumnya juga menjanjikan akan menjamin hak-hak perempuan di Afghanistan asal sejalan dengan hukum Islam. AS bakal menarik pasukannya dari Afghanistan asalkan Taliban juga berjanji tidak akan membiarkan negaranya menjadi sarang teroris.
"Tahap ini sekarang sedang dipersiapkan untuk penyelesaian politik antara AS dan Taliban. Kita dapat berharap agar AS membuat pengumuman tentang penarikan pasukan segera," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok Taliban sebelumnya telah menolak melakukan negosiasi dengan pemerintah Afghanistan dan menyebut pihaknya sebagai boneka AS. Namun, dalam upaya mendorong rekonsiliasi, 60 tokoh Afghanistan bertemu dengan Taliban dalam sebuah perundingan yang dilakukan selama dua hari di Qatar sejak Minggu (7/7) pekan lalu.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan ada sekitar 3.804 penduduk sipil termasuk lebih dari 900 anak tewas dan tujuh ribu lainnya mengalami luka-luka dalam konflik di Afghanistan pada 2018.
Wilayah kekuasaan dan pengaruh Taliban di Afghanistan juga dilaporkan semakin luas, meski AS menggulingkan mereka pada 2001 silam.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada bulan ini mengatakan bahwa ia ingin menarik pasukan AS keluar dari Afghanistan. Namun, dia masih khawatir dengan kemungkinan Afghanistan kembali dijadikan basis teroris jika dia menarik pasukan. (ajw/ayp)