AS-Taliban Segera Bahas Solusi Politik Konflik Afghanistan

CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 01:25 WIB
AS-Taliban Segera Bahas Solusi Politik Konflik Afghanistan Ilustrasi milisi Taliban di Afghanistan. (REUTERS/Parwiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat dan sejumlah petinggi Taliban sepakat melanjutkan perundingan di Qatar pada Selasa (9/7), guna mengakhiri perang panjang Afghanistan yang telah berlangsung 18 tahun lamanya. Kedua belah pihak menjanjikan segera melakukan gencatan senjata dan mengakhiri pertumpahan darah sejak 2001 melalui solusi politik.

AS dan Taliban sebelumnya juga menjanjikan akan menjamin hak-hak perempuan di Afghanistan asal sejalan dengan hukum Islam. AS bakal menarik pasukannya dari Afghanistan asalkan Taliban juga berjanji tidak akan membiarkan negaranya menjadi sarang teroris.
"Putaran ketujuh dari perundingan yang tengah berlangsung ini akan terus dilakukan sampai kedua belah pihak mencapai keputusan yang jelas," ujar seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya, seperti dilansir Reuters.

"Tahap ini sekarang sedang dipersiapkan untuk penyelesaian politik antara AS dan Taliban. Kita dapat berharap agar AS membuat pengumuman tentang penarikan pasukan segera," ujarnya.


Pekan lalu, juru runding AS, Zalmay Khalilzad mengatakan, putaran terakhir perundingan AS dan Taliban yang dimulai pada 29 Juni kemarin menjadi "sesi yang paling produktif" sejak perundingan yang dimulai tahun lalu.

Kelompok Taliban sebelumnya telah menolak melakukan negosiasi dengan pemerintah Afghanistan dan menyebut pihaknya sebagai boneka AS. Namun, dalam upaya mendorong rekonsiliasi, 60 tokoh Afghanistan bertemu dengan Taliban dalam sebuah perundingan yang dilakukan selama dua hari di Qatar sejak Minggu (7/7) pekan lalu.
"Kami berkomitmen untuk menghormati dan melindungi martabat semua orang, hidup mereka dan properti dan untuk meminimalisir korban sipil menjadi nol," demikian bunyi pernyataan bersama antara Taliban dan tokoh masyarakat Afghanistan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan ada sekitar 3.804 penduduk sipil termasuk lebih dari 900 anak tewas dan tujuh ribu lainnya mengalami luka-luka dalam konflik di Afghanistan pada 2018.

Wilayah kekuasaan dan pengaruh Taliban di Afghanistan juga dilaporkan semakin luas, meski AS menggulingkan mereka pada 2001 silam.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada bulan ini mengatakan bahwa ia ingin menarik pasukan AS keluar dari Afghanistan. Namun, dia masih khawatir dengan kemungkinan Afghanistan kembali dijadikan basis teroris jika dia menarik pasukan. (ajw/ayp)