Bentrok Antarsuku di Papua Nugini, 24 Orang Tewas

CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 09:58 WIB
Bentrok Antarsuku di Papua Nugini, 24 Orang Tewas Ilustrasi. (MAF International/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 24 orang tewas, termasuk dua perempuan hamil, dalam perkelahian antarsuku di Papua Nugini selama beberapa hari belakangan.

"Dua puluh empat orang dipastikan tewas dalam tiga hari. Namun, jumlah korban masih dapat bertambah hari ini," ujar seorang pejabat dari Provinsi Hela, William Bando, kepada AFP.

Menurut Bando, pertikaian antarsuku semacam ini memang sudah biasa terjadi di Papua Nugini. Namun, perkelahian kali ini sangat mengkhawatirkan karena pihak yang terlibat mulai menggunakan senjata otomatis.
Bando pun memerintahkan setidaknya 100 personel kepolisian dan 40 pejabat lokal ke lokasi kejadian untuk mengetahui kondisi di lapangan.


Insiden ini membawa kekhawatiran sendiri di tengah masyarakat karena Hela merupakan tempat asal Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape.

"Hari ini adalah salah satu hari paling sedih dalam hidup saya. Banyak anak dan ibu tak bersalah tewas di Desa Munima dan Karida, daerah pemilihan saya," ucap Marape.

Dalam salah satu serangan di Karida, para pihak bertikai dilaporkan menggunakan parang untuk membunuh enam perempuan dan delapan anak dalam pertikaian yang berlangsung selama 30 menit.
Seorang pekerja medis lokal, Pills Kolo, mengatakan bahwa jasad korban sangat sulit diidentifikasi karena sudah hancur. Mendengar laporan ini, Marape pun geram.

"Para pelaku kriminal, waktu kalian sudah habis. Saya tak takut menggunakan tindakan terkuat berdasarkan hukum kepada kalian," ucap Marape.

Namun, Marape tak menjabarkan lebih lanjut tindakan yang dimaksud. Ia hanya mengklaim bahwa jumlah personel yang ada sekarang tak memadai.

"Bagaimana bisa satu provinsi berpopulasi 400 ribu orang hidup di bawah hukum, tapi jumlah polisi hanya 60 orang. Operasi militer dan kepolisian hanya bisa untuk perbaikan," katanya. (has/has)